Suara Denpasar - Gubernur Bali Wayan Koster memiliki ide gila. Pasalnya dia sedang mengumpulkan para peneliti untuk mengembangkan buah salak agar kulitnya tidak berduri.
Hal itu disampaikan saat menghadiri Rapat Paripurna ke 31 di Gedung DPRD Provinsi Bali pada Kamis, (20/7/2023).
"Saya minta kembangkan benih salak supaya buah salak itu kulitnya tidak berduri, tapi mulus, supaya makan salak itu nyaman" ucapnya.
Wayan Koster menjelaskan hal tersebut merupakan bagian dari revolusi pertanian di Bali. Mengingat banyak kebutuhan pertanian di Bali terlebih khusus untuk kebutuhan upacara adat dan agama Bali masih mengambil buah dan bunga dari luar.
"Ini revolusi pertanian, saya minta kepada para peneliti itu bisa gak bikin kulit salak yang gak berduri, mestinya bisa, teknologinya gak susah, bikin pesawat ulang aling saja bisa masa ini gak bisa," ujar dia.
Tidak hanya soal kulit salak yang harus dibuat jadi mulus, Koster juga meminta agar buah salak itu lebih besar dari normal. Supaya kata dia, makan satu biji saja sudah kenyang.
"Dan kalau bisa buahnya lebih besar lagi supaya kalau makan satu biji itu langsung kenyang," perintah Koster.
Koster mengatakan hal tersebut harus dia lakukan mengingat Bali belum 100 persen berdaulat atas kebutuhan pangan. Selain itu sebagai bentuk strategi politik pangan.
"Ini yang saya rintis untuk pertanian di Bali karena ini merupakan bagian dari strategi politik pangan yang harus kita jalankan di Bali ke depan agar bisa berdaulat di bidang pangan.
Baca Juga: Heboh Kabid Kesbangpol Bali Hajar Staff, Wayan Koster: Sudah Dipecat
Tidak hanya tentang salak, para peneliti yang sudah ditugaskan oleh Wayan Koster itu akan mengembangkan beberapa buah-buahan seperti mangga, manggis, bahkan beras. Tim peneliti itu akan membuat revolusi pangan Bali agar berdaulat. (*/Ana AP)