Suara Denpasar – Panitia Pelaksana Pertandingan (Panpel) Persik Kediri belajar dari lolosnya suporter lawan saat laga melawan Arema FC beberapa waktu lalu yang mengakibatkan insiden kericuhan penonton saat pertandingan.
Tak ingin kembali kecolongan saat laga Persik Kediri vs Persib Bandung pekan depan yang akan dihelat di Stadion Brawijaya Kediri, Jawa Timur.
Panpel Persik akan memperketat distribusi tiket laga Persik vs Persib Bandung yang tersaji pada laga pekan ke-5 BRI Liga 1 2023-2024.
Ketua Panpel Persik Kediri, Tri Widodo menyayangkan adanya insiden kericuhan di laga Persik vs Arema FC yang sesuai aturan PSSI dan juga PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi Liga 1 melarang suporter tim tamu untuk hadir di stadion.
Pihaknya pun berlapang dada dengan sanksi yang dijatuhkan kepada Persik dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI yang menjatuhkan sanksi denda Rp 25 juta dan juga pengosongan tribun timur Stadion Brawijaya.
“Kami menyayangkan kenapa seperti itu. Tapi ini sama dengan yang dialami PSM Makassar. Jadi, kami pasrah saja sebab regulasinya seperti itu,” kata Tri Widodo dilansir Suara Denpasar dari laman Suara.com, Minggu (23/7/2023).
“Ada pelanggaran kami dihukum,” imbuhnya.
Sanksi pengosongan tribun timur tak terlepas dari bentrokan pendukung Persik dengan sejumlah oknum pendukung Arema FC yang nekat melakukan away day ke Kediri.
Saat ini pihak Panpel Persik masih mengidentifikasi pelaku kericuhan tersebut.
Baca Juga: Paparkan Rencana Timnas Indonesia U-24 untuk Asian Games 2023, Ini Keinginan Indra Sjafri
“Panitia pelaksana dan Persik Kediri wajib mengidentifikasi pelaku pengeroyokan oknum suporter Aremania. Harus diidentifikasi pelakunya, ini yang menjadi PR panitia pelaksana,” ungkap Tri Widodo.
“Kami bekerja sejak putusan itu diputuskan,” tandasnya. (Rizal/*)