Suara Denpasar - Pinkan Mambo secara terang-terangan membantah semua tuduhan yang dialamatkan kepadanya perihal tidak membela sang putri (MA). Dalam tayangan Pagi-Pagi Ambyar pada hari Senin (31/07/2023) kemarin, ia dengan tegas menyatakan bahwa sudah membela sang putri di pengadilan.
Pembelaan Pinkan Mambo inilah yang membuat suaminya, Steve Wantania akhirnya dihukum berat dan mendekam di penjara dengan masa kurungan 9 tahun.
“Saya sudah cerita semuanya tentang siapa yang salah dan siapa yang benar itu di pengadilan. Dan saya pasti ya bela MA,” jelas Pinkan saat mengklarifikasi tuduhan tidak pernah membela sang putri karena kasus pelecehan yang dilakukan suami keduanya.
Namun, ia juga mengerti alasan MA melayangkan tuduhan tersebut. Disebut, semuanya disebabkan karena ia tidak segera menceraikan Steve Wantania meskipun telah terbukti bersalah.
“Karena dia (MA) pikir kenapa enggak aku ceraikan. Kenapa aku seperti enggak membela dia,” imbuh Pinkan.
Pinkan juga membongkar tabiat MA yang makin tidak bisa diatur pasca kejadian.
“Sejak dia diambil sama papa (kandung) nya. Saya pikir itu tanggung jawab papanya. Tapi, sekarang MA tidak bersama papanya dan tidak bersama saya. Kalau sama papanya kan saya lega sebagai ibu. Dia enggak bisa diatur,” curhat Pinkan.
Beberapa saat kemudian, video permintaan maaf MA pun diputar. Dalam video tersebut ia meminta maaf dengan lembut dan mengaku bahwa pengakuan tersebut bukan semata-mata untuk menjatuhkan sang ibu.
Merespon video permintaan maaf MA, Pinkan Mambo pun membisu. Tak berapa lama, ia pun mengaku sedikit marah. Pasalnya, MA sehari-harinya kerap memakinya di telepon namun mendadak lembut saat di video permintaan maaf tersebut.
"Karena (ucapan MA di video) nggak sama dengan hari-harinya. Kalau hari-harinya memaki aku di telfon, aku sampai nangis," ujar Pinkan sambil menangis.
Di sisi lain, pengakuan Pinkan ini justru malah menuai reaksi miring dari warganet. Mereka menyebut bahwa Pinkan playing victim.
“Gila. Pinkan ini udah gak melindungi anaknya yang dirudapaksa, masih fitnah anaknya. Playing victim. Anaknya yang jadi korban malah dia yang merasa seolah-olah jadi korban. Sinting,” cibir @mathreeka di kolom komentar YouTube Pagi-Pagi Ambyar. (*/Rizal)