Suara Denpasar - Jakarta International Stadium (JIS), sebuah ikon kemegahan arsitektur modern yang menjulang tinggi di kawasan Papanggo-Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Utara, telah mencuri perhatian masyarakat sejak pembangunannya dimulai. Meskipun perjalanan pembangunannya melibatkan empat periode Gubernur DKI Jakarta, namun sorotan publik selalu tertuju pada satu nama, Anies Baswedan.
JIS, yang merupakan stadion bertaraf internasional dengan kapasitas sekitar 82 ribu penonton, telah menjadi simbol prestise dan kebanggaan bagi ibu kota. Namun, mengapa nama Gubernur Anies Baswedan selalu terangkat dalam wacana seputar proyek megah ini?
Dilansir dari Suara, Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Joko Agus Setyono, baru-baru ini mengeluarkan pernyataan yang menyiratkan bahwa ada beberapa masalah dalam pengelolaan proyek-proyek besar seperti Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta International Stadium (JIS), Equestrian, dan Velodrome.
Menurut Joko Agus Setyono, proyek-proyek revitalisasi tersebut, yang semuanya diresmikan pada masa pemerintahan Gubernur Anies Baswedan, telah menghadapi kendala sejak awal.
Beliau menekankan bahwa PT Jakarta Propertindo (Jakpro) selaku Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang bertanggung jawab atas pengelolaan JIS seharusnya membangun proyek ini dengan mengandalkan anggaran dari Jakpro itu sendiri, bukan dari Pendapatan Minyak dan Gas Bumi Daerah (PMD). Dengan cara ini, pemerintah hanya akan membayar kepada Jakpro setelah proyek selesai.
Namun, realitasnya adalah proyek-proyek ini didanai oleh PMD, sehingga TIM dan JIS kini menjadi aset milik Jakpro. Dalam hal ini, biaya pemeliharaan dan penyusutan yang signifikan harus ditanggung oleh Jakpro, yang pada akhirnya menjadi beban finansial yang berat.
Dikutip dari Antara News, dalam sejarahnya, perjalanan pembangunan JIS dimulai pada masa pemerintahan Gubernur DKI Fauzi Bowo pada tahun 2008.
Pembangunan stadion tersebut dilanjutkan oleh berbagai kepemimpinan, termasuk Gubernur DKI Joko Widodo, Djarot Saiful Hidayat, hingga akhirnya diselesaikan pada masa pemerintahan Gubernur Anies Baswedan.
Pada 19 April 2022, Anies Baswedan mengadakan perkenalan awal (soft launching) JIS. Pada saat itu, ia menyatakan dengan bangga bahwa JIS adalah bukti nyata kemampuan Indonesia untuk menciptakan karya monumental yang tidak hanya memenuhi standar nasional, tetapi juga internasional.
Baca Juga: Dibongkar Oleh Rafael Struick, PSSI Ternyata Sibuk Mencari Pemain Diaspora di Belanda
Meskipun perjalanan pembangunan JIS melibatkan berbagai periode kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta, hingga kini fokus dan perhatian publik tetap tertuju pada nama Anies Baswedan.(*/Rizal)