Suara Denpasar - Ervan Maksum adalah salah satu yang dipilih DPRD Provinsi Bali menjadi kandidat Pj Gubernur Bali.
Ketika berkunjung ke Bali, Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Bappenas RI itu mengomentari model pembangunan Bali yang berbasis budaya. Menurutnya, model pembangunan itu harus pertahankan, jangan sampai dieksploitasi.
Ervan Maksum menjelaskan tujuan pembangunan memang untuk kesejahteraan masyarakat akan tetapi tidak hanya tentang pembangunan fisik, tetapi juga soal batin. Karena itu budaya tidak harus dieksploitasi untuk tujuan pembangunan.
"Pembangunan itu jangan diartikan secara massif kapitalis, pembangunan itu ujungnya adalah untuk kesejahteranya bukan hanya fisik tapi batin," tegas Ervan di Art Centre, Denpasar, Bali, Sabtu (19/8/2023).
Ervan bertutur, bahwa kesejahteraan batin yang dimaksud adalah kebudayaan. Apabila pembangunan itu ingin berlanjut maka metode pembangunannya adalah pembangunan berbasis budaya sebagaimana yang sudah dilakukan Gubernur Bali Wayan Koster.
"Bagaimanapun budaya harus diharmonisasi, pembangunan hari ini kalau ingin sustainble (berkelanjutan) harus berbudaya, itu harus menjadi kearifan lokal," sambungnya.
Karena itu, kata Ervan, apabila terpilih menjadi Pj Gubernur Bali, maka dia akan melanjutkan program-program yang sudah dilakukan Wayan Koster.
Ervan menilai cara Wayan Koster membangun Bali dengan berbasis budaya tersebut harus dipertahankan.
"Saya itu tugasnya menjalankan tugas saja baik mau saya terpilih ataupun tidak yang jelas kan saya pertama menjalankan tugas itu nomor satu dan yang kedua meneruskan apa yang dilakukan Pak Gubernur (Wayan Koster) sekarang yang sudah sangat bagus sekali dan fundamental," tandasnya. (*/Ana AP)
Baca Juga: Miris, Kisah Hidup I Ketut Suastika Ketua DPRD Termiskin di Bali