Momentum positif ini terus berlanjut dengan gol kedua yang dicetak oleh Muhammad Ferarri pada menit ke-23 melalui sundulan dari umpan lemparan ke dalam yang diberikan oleh Robi Darwis.
Thailand kemudian memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1 melalui gol sundulan Chudit Wanpraphao yang terjadi dari situasi tendangan sudut. Namun, Timnas Indonesia tidak tinggal diam dan berhasil menambah gol lagi di menit akhir babak pertama melalui gol bunuh diri Natcha Promsomboon.
Kiper Thailand, yang sebelumnya salah memotong umpan lambung dari Haykal Alhafiz, tidak dapat menghindari gol bunuh diri ini.
Babak kedua menjadi lebih berat bagi Timnas Indonesia, karena Thailand lebih menekan dan menciptakan peluang berbahaya. Kiper Ernando Ari menjadi pahlawan tim dengan melakukan save gemilang untuk menjaga gawang tetap aman.
Kemenangan ini adalah bukti nyata bahwa strategi formasi yang efektif, diimbangi dengan kepercayaan diri, kerja keras, dan adaptabilitas pemain, dapat membawa tim meraih prestasi gemilang.
Pada final nanti, Timnas Indonesia U-23 akan kembali memperlihatkan semangat juang mereka, serta strategi taktikal yang dirancang oleh STY, dengan harapan untuk membawa pulang gelar juara Piala AFF U-23. (*/Dinda)