Suara Denpasar - Salah satu calon Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dari Bali yakni Niluh Djelantik bisa dikatakan memiliki keistimewaan pada Pemilu 2024 mendatang.
Pasalnya, dari 17 bakal calon DPD RI dari Provinsi Bali tersebut, Niluh Djelantik menjadi satu-satunya perempuan di antara 16 laki-laki.
Sebelumnya, Ketua KPU Provinsi Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan mengatakan KPU telah memberikan sosialisasi sebelumnya dengan harapan akan ada banyak perempuan ikut berpartisipasi dalam konstelasi pemilu 2024, terutama untuk kursi DPD RI.
Namun faktanya hanya satu perempuan yakni Niluh Djelantik yang mendaftarkan diri. Meski hanya satu perempuan Lidartawan mengatakan calon DPD RI tidak ada aturan 30 persen keterwalikan perempuan, sehingga sah-sah saja.
Terkait itu, Niluh Djelantik mengatakan akan berjuang untuk perempuan Bali agar ke depan banyak perempuan Bali bisa berpartisipasi dalam politik.
"Dan Mbok (Niluh Djelantik) akan melalukan apapun yang Mbok bisa untuk nantinya perempuan-perempuan Bali bisa menepuk dada dan mengatakan this is my time, i'm going to fight for my island. Akan lahir Niluh Djelantik - Niluh Djelantik lainnya untuk tanah kelahirannya," ujar Niluh, di Badung, Bali, Sabtu (26/08/2023).
Sementara sebelumnya Niluh Djelantik sempat melakukan safari politik dengan menemui salah satu tokoh masyarakat Bali, Ketut Putra Ismaya Jaya alias Jero Bima.
Niluh Djelantik mengatakan pada pertemuan tersebut dia dan Jero Bima bersepakat untuk bergandengan tangan menjaga Bali. Kebetulan Jero Bima dan Niluh Djelantik memang selama ini cukup vocal soal isu tentang Bali.
"Kita memutuskan untuk terus berpegang tangan untuk terus bergenggaman tangan untuk Bali kita bersama, karena tujuan kami adalah satu saja untuk rakyat Bali," kata pengusaha sepatu tersebut.
Baca Juga: Polemik Baso A Fung Jadi Panjang, Niluh Djelantik dan AWK Beda Sikap
"Jadi apapun jalannya kami tempuh, tujuannya hanya satu yaitu untuk rakyat Bali. Dan kami akan lakukan apapun yang kami bisa dengan kekuatan yang kami punya untuk kesejahteraan rakyat Bali," tegas Niluh Djelantik. (*/Dinda)