Marak Pemerkosaan, KPPAD Bali Minta Pelaku Dihukum Kebiri

Suara Denpasar

Rabu, 30 Agustus 2023 | 14:31 WIB
Marak Pemerkosaan, KPPAD Bali Minta Pelaku Dihukum Kebiri
Ketua Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Bali, Ni Luh Gede Yastini. (Foto: Rovin Bou)

Suara Denpasar - Saat ini di Bali begitu marak terjadi kasus pemerkosaan terhadap anak di bawah umur. Terbaru Polresta Denpasar mengungkap kasus pemerkosaan yang dilakukan oleh seorang buruh bangunan bernama Moh Sukirman (64) terhadap korban berinisial NA. 

Parahnya pelaku melakukan aksi bejatnya itu sejak 2019 saat korban masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) kelas 3. Kasus tersebut baru terungkap di tahun 2023 setelah keluarga korban melaporkan kejadian tersebut kepada pihak Polresta Denpasar. 

Tidak hanya di Polresta Denpasar, Polres Badung, Buleleng, Karangasem juga merilis kasus yang sama. Hal tersebut berindikasi bahwa kasus pemerkosaan mesti diatensi khusus agar memberi efek jera kepada para pelaku. 

Terkait itu, Ketua Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Bali, Ni Luh Gede Yastini meminta agar pelaku diberikan hukuman kebiri. 

"Intinya KPPAD (Bali) mendorong untuk hukuman maksimal yang bisa diberikan. Kalau memang harus kebiri, kebirlilah," tegas Yastini saat ditemui Suara Denpasar di Kantor KPPAD Bali di Jalan Cok Agung Tresna Denpasar, Rabu (30/8/2023).

"Supaya tidak melakukan lagi kepada orang-orang atau anak-anak yang lain. Jadi kita mohon pada pengadilan itu memberikan hukuman yang maksimal, salah satunya kebiri," sambung Yastini.

Selain itu Yastini mengatakan, pelaku-pelaku pemerkosaan terhadap anak di bawah umur lebih banyak dilakukan oleh orang terdekat. Seperti keluarga korban atau tetangga korban. 

Hal itu karena para pelaku mengetahui secara jelas aktivitas korban, seperti hal apa yang disukai korban, kapan korban berada di rumah sendiri. Dari sana pelaku mengiming-imingi korban. 

"Orang-orang ini kan sudah tahu oh anak ini begini, begini caranya untuk membuat dia tidak ngomong ke orang lain, begini caranya untuk biar bisa melakukan perbuatan jahat itu pada anak ini, mereka sudah tahu kapan, waktu yang tepat, karena sudah tahu kan pola anak itu," terang dia.

baca juga

Karena itu Yastini meminta setiap orang tua agar meningkatkan penagawasan terhadap anak-anak. Mulai memperhatikan perubahan perilaku pada anak yang tiba-tiba emosional, diam, murung. Ketika itu terjadi orang tua harus mulai mencari tahu.

"Yang harus melihat seorang anak itu kan orang tuanya, orang tuanya yang melihat kondisi anaknya berubah. Anak yang mengalami tekanan kan ada perubahan ya."

"Kalau mengalami kekerasan sekolah dia pasti akan malas tiba-tiba sekolah, tiba-tiba jadi emosional. Itu kan orang tua yang harus yang harus melihat. Ada apa dengan anak ketika sudah kok berubah. Kalau anak itu tidak mau menyebutkan apa yang terjadi, nah lihatlah perubahan perilaku anak itu," tandas Yastini. (*/Dinda)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

JGB, Masih SMP Dibikin Bunting Tokoh Masyarakat Kuta Selatan, Kabarnya Suami Anggota DPRD Bali

JGB, Masih SMP Dibikin Bunting Tokoh Masyarakat Kuta Selatan, Kabarnya Suami Anggota DPRD Bali

Denpasar | Sabtu, 06 Mei 2023 | 21:19 WIB

Pesepakbola Achraf Hakimi Jadi Tersangka Pemerkosaan, Terancam Didepak PSG?

Pesepakbola Achraf Hakimi Jadi Tersangka Pemerkosaan, Terancam Didepak PSG?

Denpasar | Minggu, 05 Maret 2023 | 18:10 WIB

Sempat Didakwa Melakukan Percobaan Pemerkosaan, Mason Greenwood Bebas

Sempat Didakwa Melakukan Percobaan Pemerkosaan, Mason Greenwood Bebas

Denpasar | Jum'at, 03 Februari 2023 | 08:00 WIB

Terkini

IHSG Mulai Bergerak ke Level 5.900 Pagi Ini

IHSG Mulai Bergerak ke Level 5.900 Pagi Ini

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 09:21 WIB

Jadi Tersangka Kasus Suap, Bupati Kuansing Coreng Nilai Luhur Pacu Jalur

Jadi Tersangka Kasus Suap, Bupati Kuansing Coreng Nilai Luhur Pacu Jalur

Riau | Senin, 06 Juli 2026 | 09:16 WIB

Ekonomi Jateng Tumbuh 5,89 Persen, Ahmad Luthfi Beberkan Kunci Jaga APBD Tetap Kuat

Ekonomi Jateng Tumbuh 5,89 Persen, Ahmad Luthfi Beberkan Kunci Jaga APBD Tetap Kuat

Jawa Tengah | Senin, 06 Juli 2026 | 09:15 WIB

Kasus dr Icha Meninggal Karena Apa? Kini Keluarga Lapor Polisi

Kasus dr Icha Meninggal Karena Apa? Kini Keluarga Lapor Polisi

Lifestyle | Senin, 06 Juli 2026 | 09:10 WIB

Harga Emas Antam dan Galeri 24 di Pegadaian Awal Pekan, Senin 6 Juli 2026

Harga Emas Antam dan Galeri 24 di Pegadaian Awal Pekan, Senin 6 Juli 2026

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 09:06 WIB

Gen Z dan Work Life Balance di Era Serba Cepat: Kebutuhan atau Mimpi Kosong?

Gen Z dan Work Life Balance di Era Serba Cepat: Kebutuhan atau Mimpi Kosong?

Your Say | Senin, 06 Juli 2026 | 09:05 WIB

Harga Emas Antam Masih Sama Rp2,67 Juta/Gram, Layak untuk Dibeli

Harga Emas Antam Masih Sama Rp2,67 Juta/Gram, Layak untuk Dibeli

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 09:02 WIB

Cinta Paling Rumit: Bukan Sekadar Kisah Romansa, Ini Refleksi Luka dan Harapan Kita

Cinta Paling Rumit: Bukan Sekadar Kisah Romansa, Ini Refleksi Luka dan Harapan Kita

Your Say | Senin, 06 Juli 2026 | 09:00 WIB

Shopee Belanja Instant 1 Jam Tiba, Solusi Praktis Penuhi Kebutuhan Harian

Shopee Belanja Instant 1 Jam Tiba, Solusi Praktis Penuhi Kebutuhan Harian

News | Senin, 06 Juli 2026 | 09:00 WIB

Tragedi Ibu Hamil Tewas di Sugapa, Komnas HAM Desak Akhiri Kekerasan di Wilayah Sipil

Tragedi Ibu Hamil Tewas di Sugapa, Komnas HAM Desak Akhiri Kekerasan di Wilayah Sipil

News | Senin, 06 Juli 2026 | 08:52 WIB

×