Suara Denpasar – Usai PSIS Semarang berhasil menang lawan Bali United di laga pekan ke-11 liga 1 dengan skor 2-1, mereka melepas gelandang serang, Ridho Syuhada (19 tahun) ke klub Liga 2, PSMS Medan sebagai bagian dari strategi pengembangan pemain mereka.
Keputusan peminjaman Ridho Syuhada ke PSMS Medan ini diambil dengan harapan bahwa pemain ini akan mendapatkan lebih banyak pengalaman bermain di tingkat yang lebih kompetitif, sehingga mereka dapat tumbuh dan berkembang sebagai pemain sepakbola yang lebih baik.
Tak hanya Ridho Syuhada, PSIS juga akan melepas Rizky Dwi Pangestu ke FC Bekasi City untuk menambah "jam terbang" mereka di kompetisi. Yoyok Sukawi, yang menjabat sebagai Chief Executive Officer (CEO) PSIS, menyatakan bahwa langkah ini diambil untuk memberikan peluang kepada kedua pemain muda tersebut.
“Semoga dengan dipinjamkannya mereka berdua dapat menambah jam terbang dan semakin matang saat kembali ke PSIS. Kedua klub tersebut pinjam dengan loan fee ke PSIS,” kata Yoyok Sukawi dikutip dari laman resmi PSIS (5/9/2023).
Arifuddin Maulana, Direktur Utama (Dirut) PT Kinantan Medan Indonesia yang bertanggung jawab atas manajemen PSMS, mengkonfirmasi pengambilan Ridho Syuhada.
Dia menjelaskan bahwa Ridho Syuhada, yang mulai membangun karir profesionalnya bersama PSIS Semarang pada tahun 2022, telah bergabung dalam klub dalam status pinjaman.
"Soal Ridho Syuhada, kita pinjam dari PSIS Semarang, pertandingan terakhir lalu ketika PSIS menghadapi Bali United pada Sabtu lalu dia masih main untuk PSIS," Arifuddin Maulana dikutip dari Antara News (5/9/2023).
Arifuddin Maulana juga menekankan bahwa kehadiran Ridho Syuhada bertujuan untuk memperkuat PSMS Medan saat mereka bersiap mengikuti kompetisi Liga 2 yang akan dimulai segera.
Ia yakin bahwa kehadiran gelandang seharga Rp1,3 miliar ini akan memberikan kontribusi positif yang signifikan saat PSMS Medan menghadapi kompetisi yang diperkirakan akan lebih kompetitif di musim ini. (*/Dinda)