Suara Denpasar - Kevin Diks Bakarbessy, bek FC Copenhagen keturunan Indonesia ini makin santer akan dinaturalisasi. Dengan posisinya sebagai bek kanan, ternyata bukan hanya Asnawi Mangkualam yang bisa terancam posisinya di Timnas Indonesia.
Dilansir dari Transfermarkt, Kevin Diks memang memiliki posisi utama sebagai right beck atau bek kanan.
Posisi ini di Timnas Indonesia diisi Asnawi Mangkualam, sang kapten yang saat ini berlaga di klib Liga 2 Korea,Jeonnam Dragons.
Selain Asnawi Mangkualam, ada beberapa pemain lagi yang beroperasi di sektor kanan pertahanan Timnas Indonesia.
Di antaranya Sandy Walsh, pemain naturalisasi yang kini bermain di klub Belgian KV Mechelen.
Sandy Walsh sudah menjalani laga debut bersama Timnas saat FIFA Matchday lawat Turkmenistan di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, 8 September 2023 lalu. Saat itu, Timnas menang dengan skor 2-0.
Selain dua pemain Timnas senior itu, ada juga beberapa pemain muda di Timnas U23 yang beroperasi di sektor kanan pertahanan.
Di antaranya Rio Fahmi (Persija), Fajar Fathurrahman, Bagas Kaffa, hingga Robi Darwis.
Namun, dilihat dari catatan pertandingan Kevin Diks bersama klubnya saat ini, FC Copenhagen, ternyata pemain keturunan dari Maluku itu bisa bermain di beberapa posisi.
Di era sepak bola modern, memang pemain yang memiliki kemampuan multiposisi sangat dibutuhkan. Dan Kevin Diks adalah salah satunya.
Bersama FC Copenhagen sejak 2021, dia tidak hanya dimainkan sebagai bek kanan. Pemain berusia 26 tahun ini juga sering dimainkan sebagai ceter-back (bek tengah), atau left-back (bek kiri).
Sebagai contoh pada musim 2021/2022, dalam semua kompetisi bersama FC Copenhagen dari liga domestik hingga Liga Champions, dia 40 kali bermain. Dari jumlah itu hanya 17 kali sebagai bek kanan. Sebanyak 12 kali malah jadi bek kiri, 4 kali jadi gelandang, dan sekali sebagai bek tengah.
Berikutnya pada musim 2022/2023, dari 38 penampilan, dia menjadi bek kanan sebanyak 18 kali. Sebanyak 4 kali jadi bek tengah, 3 bek kiri, dan sekali sebagai gelandang tengah.
Yang paling menarik di musim 2023/2024, Kevin Diks malah belum sekali pun dimainkan sebagai bek kanan. Dari 15 kali penampilan di Liga Denmark maupun di Piala Champions UEFA, dia sudah 11 kali sebagai bek tengah, dan 4 kali sebagai bek kiri.
Termasuk saat FC Copenhagen menjalani laga perdana di Grup A UCL melawan Galatasaray, Rabu (20/9/2023) waktu setempat, pemain setinggi 1,82 meter itu menjadi bek tengah.
Pertandingan Galatasaray vs Copenhagen berakhir dengan skor 2-2. Copenhagen berada di Grup A bersama Bayern Munich, Manchester United, dan Galatasaray.
Nah, kembali ke soal posisi pemain Timnas Indonesia saat ini, bila Kevin Diks dinaturalisasi maka bisa menjadi ancaman tersendiri bagi sejumlah pemain langganan Timnas Indonesia saat ini.
Bukan hanya di bek kanan, persaingan di bek tengah dan kiri juga akan makin sengit. Bahkan bisa sampai di gelandang atau gelandang bertahan.
Bek tengah Timnas Indonesia saat ini sering dipegang Jordi Amat, Elkan Baggot, Rizky Ridho. Dan di bek kiri di antaranya ada Pratama Arhan, hingga Edi Febriansyah (Persib).
Jordi, Baggot, dan Arhan adalah pemain abroad. Alias pemain Indonesia yang saat ini berlaga di luar negeri. Itu belum termasuk pemain abroad untuk kelompok muda, seperti Ivar Jenner yang berposisi di gelandang bertahan.
Baru-baru ini kabar Kevin Diks akan dinaturalisasi sebagai WNI agar bisa membela Timnas Indonesia kembali santer. Akun Instagram @indonesiaabroad_ menyebut dulu dia kabarnya menolak dinaturalisasi, namun belakangan dia bersedia.
Hasan Abdulgani, Mantan Exco PSSI yang mengurusi pemain keturunan juga menyebutkan besarnya peluang Kevin Diks bergabung dengan Timnas Indonesia.
“Shin Tae-yong lebih condong memilih Kevin Diks ketimbang Ragnar Oratmangoen,” ujarnya.
Waktu berbincang dengan Yussa Nugraha di kanal youtube, pemain seharga Rp52,14 miliar itu mengaku sangat terbuka untuk dinaturalisasi. Dia menunggu lobi dari PSSI.
"Aku selalu mengatakan bahwa aku terbuka untuk itu (naturalisasi)," kata Diks tiga thun lalu.
Diketahui, Kevin Diks merupakan pemain keturunan Belanda-Indonesia. Sang ibu lahir dari kakek nenek yang asli Maluku. (*)