Suara Denpasar - Indra Sjafri, pelatih Timnas Indonesia U-24 tengah jadi perbincangan banyak pihak.
Timnas Indonesia racikan Indra Sjafri selalu disebut sebagai konsep lokal pride lantaran minim kesempatan untuk pemain naturalisasi.
Begitupun usai skuad garuda menulis catatan yang kurang baik selama berlaga di Asian Games tahun ini, perbincangan soal lokal pride makin memanas.
Konsep lokal pride dipermalukan banyak pengguna sosial media di instagram, mereka mengolok-olok hal tersebut.
Mulanya, akun instagram resmi PSSI mengunggah pengumuman laga Timnas Indonesia U-24 kontra Uzbekistan dalam laga 16 besar Asian Games, dikutip Suara Denpasar pada Kamis, (28/9/2023).
"Perjuangan terus berlanjut," tulis akun resmi PSSI dalam postingannya.
Kemudian banyak yang mempermalukan Indra Sjafri yang identik dengan lokal pride, terutama selama membawa skuad garuda di kompetisi Asian Games.
"Lokal pride to**l, main go***k, long ball gak jelas pelatih Penjas," tulis akun @alamakcoy dalam kolom komentar.
"Asli bre kaya setelan dulu inimah, long ball ke Egy, Egy Begitu dikasih long ball wkwk," timpal akun @mdrrbn28_.
Baca Juga: Borneo FC Ledek PSM Makassar Usai Menang: Kiw Kiw Cukurukuk
Bahkan ada warganet yang menilai buruk sampai menyebut pemain-pemain lokal masih di bawah rata-rata Asia.
"Masih percaya lokal pride sudah tahu pemain lokalnya masih di bawah rata-rata Asia," ungkap akun @ridhodwi46.
Terlepas dari problem konsep Lokal Pride di Timnas Indonesia, pemain lokal Indonesia faktanya telah menunjukan kualitas mereka.
Misalnya, Asnawi Mangkualam, Marselino Ferdinan, Sadil Ramdani dan Pratama Arhan yang telah berkarir di luar negeri.
Komentar-komentar warganet yang mengolok-olok itu muncul akibat kurang puas atas penampilan Timnas Indonesia U-24 selama berlaga di Asian Games tahun ini.
Sebagai informasi, terpantau Indra Sjafri tidak kunjung menurunkan pemain naturalisasi.