Suara Denpasar – Usai laga melawan Uzbekistan, pelatih Tim Nasional Indonesia, Indra Sjafri meminta maaf karena gagal meloloskan Indonesia ke babak lanjutan Asian Games Hangzhou. Indonesia dipastikan gagal melaju usai ditekuk Uzbekistan 2 gol tanpa balas. 2 gol Uzbekistan dicetak oleh Esanov.
“Saya memohon maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia. Semua pemain tadi sudah bertekad untuk memberikan pencapaian yang lebih dari pencapaian Asian Games lalu dimana kita juga masuk ke babak 16 besar.
Semua pemain sudah fokus untuk mencapai babak delapan besar tapi anak anak sudah berjuang maksimal dan kami tidak bisa mewujudkan itu.”, ujar Indra Sjafri dikutip dari akun instagram @timnasbolaa.
Indra Sjafri ditunjuk untuk menangani Timnas Indonesia U24 dalam ajang Asian Games Hangzhou. Tergabung di Grup F, Indonesia meraih hasil yang kurang memuaskan dengan hanya 1 kali menang dan menelan 2 kali kekalahan. Kemenangan hanya diperoleh ketika melawan Kirgistan, sementara ketika melawan China Taipei dan Korea Utara, Timnas Indonesia mengalami kekalahan.
Meskipun begitu, Timnas Indonesia berhasil lolos ke babak 16 besar walaupun harus berakhir nasibnya di tangan Uzbekistan dengan skor 2-0 tanpa balas setelah 120 menit berjibaku di lapangan.
Sementara itu, akun resmi Indra Sjafri banyak dibanjiri komentar miring. Netizen menyebut bahwa ada isu local pride dan mengkritisi taktik Indra Sjafri. Dalam postingan tertanggal 17 September, banyak komentar miring yang bermunculan. Kebanyakan netizen menganggap bahwa taktik longball counter yang digunakan oleh Indra Sjafri sudah usang. Banyak juga yang membandingkannya dengan Shin Tae Yong.
Sebenarnya masalah local pride dan naturalisasi sudah menjadi masalah yang didebatkan baik oleh pundit kenamaan maupun oleh netizen Indonesia. Selain itu perbedaan taktik antara Shin Tae Yong dan Indra Sjafri banyak juga dibahas di akun diskusi bola yang bertebaran di dunia maya. (Rizal/*)