Suara Denpasar – Salah satu pentolan Bonek Andie Peci dengan keras desak klub sepak bola Arema FC harus dibubarkan.
Andie Peci melontarkan pendapatnya pada sebuah kicauan lewat akun media sosial Twitter pribadi bernama @AndiePeci.
Pentolan Bonek itu terpantau memang aktif dalam memakai platform tersebut untuk menyuarakan sudut pandang pribadinya.
Kini Andie Peci angkat bicara terkait klub sepak bola Arema FC yang harus segera dibubarkan buntut Tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022 lalu yang menewaskan 135 suporter.
“Alasan Arema FC harus dibubarkan tentu bukan karena saya pecinta Persebaya sebagai rivalnya,” tulis Andie Peci dikutip Suara Denpasar dari akun Twitter @AndiePeci, Minggu (1/10/2023).
Andie Peci memiliki beberapa alasan yang mengharuskan Arema FC bubar sebagai klub sepak bola. Setidaknya ada tiga hal yang diutarakan oleh pentolan Bonek tersebut.
“Dasarnya: - Karena lebih mementingkan kompetisi & eksistensi klub daripada keadilan & kematian suporternya - Membenturkan antar suporternya sendiri - Mengganggu keberlangsungan Liga 1 yang berjalan,” tegas Andie Peci.
Cuitan Andie Peci mendulang 647 reposts, 25 quotes, 2,375 likes, dan 15 bookmarks dari netizen sampai berita ini tayang.
Di sisi lain, Arema FC saat ini masih menjadi peserta Liga 1 2023/2024. Pada musim ini klub berjuluk Singo Edan itu menduduki peringkat 16 klasemen sementara dengan mengoleksi 13 poin.
Bahkan Arema FC mempersembahkan tiga poin kemenangan melawan PSS Sleman pada pekan ke-14 pertandingan Liga 1 2023/2024 untuk keluarga korban Tragedi Kanjuruhan pada 2022.
Arema FC menang tipis 2-1 dari PSS pada pertandingan pekan ke-14 yang dihelat di Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar, Bali, Sabtu (30/9/2023).
Persembahan kemenangan tersebut disampaikan langsung oleh kepala pelatih Arema FC Fernando Valente di sela jumpa pers pasca laga.
“Setahun lalu ada tragedi Kanjuruhan, jadi penting hari ini juga kami persembahkan untuk keluarga korban,” ucap Valente seperti dikutip Suara Denpasar dari Antaranews.
Tiga poin kemenangan itu, lanjut Fernando Valente, juga dipersembahkan kepada para suporter dari Malang yang merelakan waktu dan materi untuk memberikan dukungan langsung di Bali.
Pelatih asal Portugal itu juga mengungkapkan, kemenangan itu menjadi modal kuat untuk menatap laga berikutnya sekaligus memperbaiki posisi dalam klasemen agar keluar dari zona degradasi.