Suara Denpasar - Proyek jalan tol Gilimanuk-Mengwi sampai saat ini belum memiliki arah yang jelas. Pasalnya proyek milik Kementerian PUPR itu mangkrak, alasannya adalah pergantian investor.
Untuk itu masyarakat seputar Jembrana dan Tabanan mendatangi Perbekel masing-masing untuk menggugat atau meminta kepastian nasib proyek jalan tol Gilimanuk-Mengwi yang saat ini masih digantung.
Usai menerima aspirasi dari masyarakat, para Perbekel itu berencana akan menemui Pemerintah Provinsi Bali untuk menyampaikan apa yang menjadi keluhan masyarakat setempat.
Terkait rencana pertemuan itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Bali Dewa Made Indra mengapresiasi rencana tersebut. Menurutnya para Perbekel telah melakukan cara yang elegan yaitu menampung aspirasi masyarakat kemudian akan menyampaikan kepada Pemerintah.
"Saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada teman -teman perbekel baik wilayah Tabanan dan Jembrana yang menampung aspirasi masyarakatnya meminta kepastian tentang proyek jalan toll," ujar Made Indra di Denpasar, Senin (2/10/2023).
"Lalu para Perbekel berkumpul dan akan bertemu dengan kami dengan pemerintah provinsi bali. Itu cara yang sangat baik daripada menggunakan cara yang lain," sambungnya.
Sekda Bali itu mengatakan, Pemerintah Provinsi Bali bersedia menerima kehadiran para Perbekel tersebut. Nantinya pada pertemuan itu akan dijelaskan oleh Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum (PU) dan Badan Pelaksana Jalan Toll (PBJT).
"Kami akan menerima para Perbekel ini, saya sudah berunding dengan Kadis PU barangkali kami akan mengundang memberikan penjelasan."
"Proyek jalan toll, proyek Kementerian PUPR bukan Pemerintahan Daerah. Kami sudah berkomunikasi dengan Kementerian PUPR melalui badan pelaksana jalan tol (BPJT). Kami sudah siap akan menerima teman-teman Perbekel dan akan memberikan penjelasan saat bertemu, nanti BPJT memberikan penjelasan saat bertemu nanti," tandasnya.(Rizal/*)