Suara Denpasar - Nama Wiljan Pluim trending usai didepak PSM Makassar pada Senin (9/10).
Hal ini cukup menuai perhatian publik mengingat gelandang asal Belanda ini dikenal sebagai pemain yang setia kepada PSM Makassar.
Kebersamaan Wiljan Pluim dan PSM Makassar sudah berlangsung selama 7 tahun lebih. Ia memperkuat Juku Eja sejak tahun 2016 silam.
Sehingga hal ini menobatkan Pluim menjadi pemain asing yang membela satu klub paling lama di kompetisi Liga 1.
Sebagai pemain yang loyal, banyak yang menyayangkan sosoknya hengkang dari PSM Makassar disertai dengan adanya isu keterlambatan gaji dan konflik internal.
Padahal sebelumnya Pluim sempat mengutarakan niatnya ingin pensiun di PSM Makassar. Hal ini ia sampaikan saat wawancara dengan Status Pro Sport 6 bulan lalu.
Willjan Pluim mengatakan beberapa tahun lalu setelah kontraknya hampir habis dengan PSM Makassar, ia sempat mendapat tawaran dari beberapa klub Indonesia, Malaysia, hingga Thailand.
Namun pada saat itu PSM Makassar berhasil meyakinkannya untuk tetap bertahan.
“Tapi di akhir percakapan mereka (PSM) meyakinkan saya untuk tinggal,” katanya dikutip dari akun Twitter @indosuporter, Selasa (10/10).
Akhirnya ia pun menerima perpanjangan kontrak untuk 4 tahun berikutnya.
“Bukannya saya ingin meninggalkan tim ini, tapi apabila ada kesempatan datang. Pastinya kalian akan memikirkan itu,” katanya.
Namun ia meyakini pepatah dari negara asalnya ‘rumput tetangga tidak selalu lebih hijau’.
“Ya ketika kamu baik-baik saja di suatu tempat dan punya semua yang dibutuhkan tidak ada yang perlu diubah,” ujarnya.
Sehingga ia pun berniat untuk pensiun bersama PSM Makassar, jika hal tersebut tak terjadi maka hal itu bukan keinginannya.
“Sekarang, maka kemungkinan aku akan meninggalkan PSM Untuk tim lain itu akan menjadi sangat kecil, kecuali klub tidak menginginkanku lagi,” lanjutnya.