Suara Denpasar – Klub divisi 2 Liga Belanda, ADO Den Haag memberikan reaksinya usai melihat pemain mudanya, Rafael Struick tak dapat menit bermain saat Timnas Indonesia kontra Brunei Darussalam pada ajang Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Pemain naturalisasi Timnas Indonesia tersebut terpaksa dicoret oleh Shin Tae-yong lantaran cidera yang membekapnya kala Kualifikasi Piala Dunia 2026 kontra Brunei Darussalam berlangsung.
Bahkan pada leg pertama, Rafael Struick pun tak masuk dalam susunan tim. Sementara pada leg kedua, pemain yang memiliki market value sebesar Rp 1,30 Miliar ini hanya berada di bangku cadangan.
Meski tak diperkuat oleh Rafael Struick, Timnas Indonesia sukses melaju pada round ke-2 Kualifikasi Piala Dunia 2026, dan berada di grup F bersama dengan Irak, Vietnam, dan Filipina usai membekuk Brunei Darussalam dengan skor 6 – 0 saat laga home dan 0 – 6 saat laga away.
Dilansir dari laman bolatimes.com, ADO Den Haag pun memberikan reaksinya pasca Rafael Struick menjadi penghangat bangku cadangan dan Timnas Indonesia sukses melaju ke round ke-2 Kualifikasi Piala Dunia 2026.
“Indonesia memenangkan pertandingan atas Brunei dengan sangat meyakinkan. Indonesia memenangkan pertandingan kandang dan tandang dengan skor 6-0," bunyi pernyataan ADO Den Haag.
“Sementara Struick tidak dimasukkan dalam pertandingan pada pertemuan sebelumnya karena cedera ringan, penyerang tersebut berada di bangku cadangan pada game kedua. Namun, dia tidak mendapat menit bermain sama sekali, namun melihat negaranya memainkan pertandingan dengan baik,” sambung ADO Den Haag.
Sementara bila melansir dari akun Instagram Rafael Struick, pemain berpostur 1,87 m tersebut sudah kembali ke Belanda untuk bermain bersama klubnya ADO Den Haag.
Nampak dari Instagram story-nya Rafael Strucik berada di bandara.
Baca Juga: Kenyataan Pahit Dialami Rafael Struick Jelang Pulang ke Indonesia? ADO Den Haag Enggan...
“Back to…,” tulis Rafael Struick sembari menyematkan emoticon bendera Belanda.
Timnas Indonesia akan menghadapi Irak di grup F pada 16 November, dan Filipina pada 21 November mendatang. (*/Ana AP)