Suara Denpasar - Timnas Indonesia U-17 berhasil menahan imbang Ekuador di laga perdana Grup A Piala Dunia U-17 2023. Namun, pemain diaspora Amar Brkic tidak diturunkan.
Hal ini yang membuat banyak netizen mempertanyakan keputusan pelatih Bima Sakti yang tidak menurunkan Amar Brkic sebagai pemain inti menghadapi Ekuador.
Seperti diketahui, permainan Amar Brkic saat pemusatan latihan Timnas Indonesia U-17 terbilang sangat baik.
Amar Brkic berhasil mencetak gol saat Timnas Indonesia U-17 menghadapi SV Meppen U-17 pada laga uji coba di Jerman.
Melansir dari unggahan @liverpoolgariskeras.lgk, banyak netizen kecewa dengan pelatih Bima Sakti yang mencadangkan Amar Brkic.
"Yg di cari Bima Sakti kan yg jago sprint sama bisa long ball, klo perlu bisa drible bola dari pertahanan sendiri sampai gawang lawan," tulis akun @tom_shelby1919.
"Menit 70an sdah bertahan, pdahal ekuador maennya biasa2 aja, cba sih amar di mainkan tadi, mngkin bisa jadi pembeda, tapi ya begitulah, lebih ngincar imbang drpada menang," tulis akun @andreasatria7.
"Ya bagus sih.. tau sendiri pemain indo menit 50an udah ada yang gletak. Ni pemain nanti main pas pemain indo abis cedera smua," tulis akun @jo_ramadhan.
Diketahui, Amar Brkic mengalami sakit kepala jelang pertandingan melawan Ekuador U-17 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya.
Amar Brkic yang lahir di Jerman kesulitan beradaptasi dengan cuaca di Indonesia. Hal tersebut kemungkinan jadi alasan kenapa pemain berusia 17 tahun ini dicadangkan pelatih Bima Sakti. (*/Dinda)