Suara Denpasar - Langkah sigap kontraktor pelaksana proyek Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Bina Marga Balai Besar Pelaksanaan Nasional Jawa Timur Bali, Satuan Kerja Pelaksanaan Nasional Wilayah I Provinsi Bali, patut diacungi jempol.
Kontraktor Sinar Tunas Karya Utama, dengan Konsultan Pengawas PT. Bintang Inti Rekatama KSO PT. Narada Karya dan PT. Bikarma langsung melakukan perbaikan atas jalan yang kabarnya retak-retak di wilayah Negaroa, Kabupaten Jembrana.
Hal tersebut diungkapkan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Made Mardita kepada awak media, Rabu 6 Desember 2023.
"Hampir setiap hari kami melakukan pemeliharaan dan penambalan," katanya.
Ungkap dia, dalam proyek tersebut perbaikan jalan retak-retak di wilayah Negaroa sebenarnya juga bukan masuk item pekerjaan dari kontraktor.
Namun, karena bentuk tanggung jawab dan pelayanan kepada masyarakat, jalan yang rusak itu pun langsung dilakukan perbaikan.
"Kita ucapkan terima kasih, informasi teman-teman sehingga feedback cepat bagi kami.
Bantuan dari teman-teman sangat membantu sehingga cepat bisa kami tangani karena tujuannya untuk masyarakat.
Dari Cekik ke Tabanan hampir 100 kilometer yang masuk preservasi dan untuk overlay jalan ada sekitar 5 kilometer," paparnya.
Selain melakukan pemeliharaan jalan, pihak kontraktor juga menangani longsoran.
Baca Juga: Media Vietnam Ketar-Ketir Pasca Justin Hubner SAH jadi WNI, Sebut Timnas Indonesia Makin Solid
Untuk diketahui, sebelumnya warga di Negaroa mengeluhkan proyek Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Bina Marga Balai Besar Pelaksanaan Nasional Jawa Timur Bali, Satuan Kerja Pelaksanaan Nasional Wilayah I Provinsi Bali.
Dengan nilai kontrak mencapai Rp 30 miliar yang dikerjakan oleh Kontraktor Sinar Tunas Karya Utama, dengan Konsultan Pengawas PT. Bintang Inti Rekatama KSO PT. Narada Karya dan PT. Bikarma.
Di mana proyek pemeliharaan jalan atau preservasi jalan dan jembatan Cekik-Batas Kota Negara, Pekutatan Antosari Batas Kota Tabanan, Cekik-Batas Kota Negara Pekutatan Antosari Batas Kota Tabanan, malah sudah retak-retak di beberapa sisinya.
Sontak, warga pun mempertanyakan kualitas proyek yang menelan dana mencapai Rp 30 miliar tersebut.
"Untuk pemeliharaan masih berlangsung dari 6 Oktober 2023 sampai tahun 2024," tukasnya. ***