7 Fakta Natrom dari Bekasi yang Mengaku Dewa Matahari hingga Melarang Salat

Suara Depok Suara.Com
Rabu, 13 Juli 2022 | 20:44 WIB
7 Fakta Natrom dari Bekasi yang Mengaku Dewa Matahari hingga Melarang Salat
suara.com

Depok.suara.com - Berapa hari belakangan media ramai menyoroti adanya ajaran dewa matahari yang meresahkan masyarakat terkhusus di wilayah Banten.

Sosok pembawanya berasal dari Bekasi yang bernama Natrom. Dirinya mengaku sebagai Dewa Matahari. Majelis Ulama Indonesia pun kini tengah mendalami adanya ajaran tersebut.

Lantas, seperti apakah fakta-fakta pria Bekasi yang mengaku sebagai Dewa Matahari tersebut? Simak informasi lengkapnya berikut.

1. Ajaran dibawa dan disebarkan di Wilayah Banten

Ajaran yang dibawa oleh pria 62 tahun asal Bekasi tersebut disebarkan di wilayah Banten tepatnya di kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak. Hal tersebut ia lakukan setelah dirinya membeli tanah di Desa Sawarna, Bayah, Kabupaten Lebak.

2. Sebarkan ajaran warga dilarang salat

Berdasarkan informasi yang tersebar, Natrom diduga menyebarkan ajaran dewa matahari dan warga dilarang untuk melaksanakan salat, serta tidak diperkenankan untuk mengikuti ajaran Nabi Muhammad SAW.

3. Diamankan oleh pihak kepolisian

Natrom kabarnya dilaporkan oleh warga setempat ke pihak kepolisian. Hal tersebut dikarenakan warga resah dengan kehadiran Natrom, warga membawa Natrom ke kepolisian untuk menghindari amukan massa karena informasi mengenai ajaran tersebut sudah berkembang di masyarakat.

Baca Juga: 6 Obat Maag Alami untuk Meredakan Gejala, dari Madu hingga Cengkeh

4. MUI dalami dugaan ajaran sesat

Majelis Ulama Indonesia (MUI) turun tangan mengetahui adanya ajaran tersebut. Diketahui saat ini MUI Kabupaten Lebak, Provinsi Banten tengah mendalami soal dugaan ajaran dewa matahari yang sesat tersebut.

Dugaan sementera, ajaran dewa matahari tersebut dihubungkan dengan ajaran Islam, sehingga MUI kemudian mengambil tindakan atas hal tersebut.

5. Meresahkan warga sejak awal

Diketahui, kedatangan Natrom di wilayah Sawarna sejak awal sudah membuat geger warga. Hal tersebut dikarenakan Natrom menyebut bahwa dirinya memiliki gepokan uang tunai yang ia simpan di dalam dua koper. 

Hal tersebut diungkap oleh para pengikutnya, mereka menyebut bahwa uang tunai yang berada di koper tersebut memiliki nilai sebesar Rp 2 miliar.

6. Memenuhi kebutuhan sehari-hari para pengikut

Ketua MUI Bayah, KH, Kaelani menyebut bahwa Natrom mengikat para pengikutnya dengan memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka. 

Tidak hanya itu, para pengikutnya juga harus memanggil Natrom dengan sebutan ayah. 

7. Warga cocok tanam di tanah Natrom

Berdasarkan penjelasan dari MUI, Natrom tidak menyebarkan ajarannya secara tersebut. Namun, para pengikut direkrut secara perlahan. 

Setelah itu, banyak para pengikut yang meminta bantuan kepada Natrom. Warga pun kemudian membantu, terutama bercocok tanam di tanah yang dimiliki Natrom setelah kemudian warga akan dijadikan anggota dari ajaran yang dianut olehnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI