Ancaman Besar Tsunami di Cilacap dan Pantai Selatan Jawa, Bagaimana Cara Bersahabat dengan Gempa?

Suara Depok

Kamis, 04 Agustus 2022 | 12:20 WIB
Ancaman Besar Tsunami di Cilacap dan Pantai Selatan Jawa, Bagaimana Cara Bersahabat dengan Gempa?
Ilustrasi Tsunami.[Pixabay/KELLEPICS] (Pixabay/KELLEPICS)

Depok.suara.com - Tsunami adalah gelombang laut yang sangat besar yang diakibatkan oleh gempa bumi yang sangat kuat dan sumber gempanya berada di dasar laut, dengan kedalaman pusat gempa kurang dari 30 km.

Namun Tsunami dapat juga disebabkan oleh longsoran bawah laut, letusan gunung api bawah laut, bahkan meteor yang jatuh ke bumi.

Cilacap merupakan salah satu wilayah di Jawa Tengah yang rawan gempa bumi dan tsunami.

Tapi, Gempa bumi dan tsunami hingga saat ini belum dapat diprediksi kapan terjadinya.

Ahli kegempaan Fakultas Teknik Unsoed, Dr.Ir.Asmoro Widagdo,ST.,MT.,IPP. menjelaskan bahwa pantai Cilacap seperti halnya semua pantai di sepanjang selatan Pulau Jawa merupakan area yang perlu mendapatkan perhatian terkait potensi kejadian bencana gempa dan tsunami.

"Berbagai gempa dengan kekuatan dan kedalaman bervariasi telah terjadi di selatan Jawa," ujarnya dari keterangan tertulis Kamis (4/7/2022).

Menurutnya beberapa kejadian gempa bakal disusul dengan tsunami yang menyertainya. Maka masyarakat harus mengantisipasi hal tersebut.

"Ratusan bahkan ribuan korban gempa/tsunami pernah terjadi di selatan Jawa-Sumatra. Kejadian ini terekam oleh masyarakat di sepanjang pantai dan menjadi momok yang menghantui mereka," ucapnya.

Namun demikian, ia meminta masyarakat untuk tidak panik secara berlebihan, dan lebih menyiapkan mitigasi bencana.

baca juga

"Ketakutan masyarakat akan ancaman gempa dan tsunami menjadi berlebihan oleh akibat kesalahan masyarakat sendiri dalam mensikapi berbagai pemberitaan di media sosial. Untuk itu diperlukan edukasi tentang gempa bumi dan tsunami," ujarnya.

Dr.Ir.Asmoro Widagdo,ST.,MT.,IPP. mengatakan bahwa ancaman gempa bumi dan tsunami akan selalu menjadi bagian bagi masyarakat Cilacap dan pantai selatan Jawa. Untuk itu persepsi masyarakat tentang gempa dan tsunami perlu diluruskan.

"Bahwa adanya ancaman tsunami besar di selatan Jawa merupakan hal yang logis ditinjau dari posisinya yang berada pada jalur penyusupan lempeng. Gempa bumi terjadi bilamana batuan di bawah permukaan bumi Pulau Jawa atau di dasar laut selatan sudah tidak mampu lagi menyimpan tekanan/stress akibat tekanan dari Lempeng Samudera Hindia di selatan," jelasnya.

Menurutnya, tekanan atau stress ini akan dilepaskan batuan sebagai getaran gempa bumi. Adanya perubahan akomodasi air laut yang ditimbulkan oleh gempa dapat menyebabkan timbulnya gelombang tsunami.

"Tekanan yang dialami batuan di sisi selatan Pulau Jawa atau di lepas pantai selatan Jawa akan dilepaskan dalam bentuk patahan/sesar. Patahan ini yang kemudian meghasilkan gelombang yang menggetarkan atau menggoncang area disekitarnya yang kita rasakan sebagai gempa bumi. Beberapa jenis patahan ini dapat memicu kejadian tsunami akibat berubahan ruang akomodasi air laut di dasar Samudera Hindia," ujarnya.

Dr.Ir.Asmoro Widagdo,ST.,MT.,IPP. menjelaskan bahwa tekanan pada batuan yang kecil akan menghasilkan pergerakan patahan yang kecil.

Getaran yang dihasilkannya juga tidak kuat dan tidak berpotensi menimbulkan bencana tsunami berarti. Namun bilamana tekanan yang disimpan dalam batuan cukup tinggi, maka patahan yang dihasilkan akan sangat besar. Hal ini memicu terjadinya gempa besar yang melibatkan patahan yang panjang dan area yang luas.

"Tsunami bisa terjadi pada patahan naik dan turun akibat terganggunya ruang akomodasi air laut. Gempa mega thrust yang sering kita dengar terjadi akibat gerakan sesar atau patahan-patahan naik di lepas pantai selatan Pulau Jawa. Hal ini dapat memicu gelombang tsunami besar," jelasnya.

Ia menyebut, satu hal yang harus di ajarkan pada masyarakat Cilacap dan sekitarnya adalah bahwa bila tekanan atau stress yang ada di batuan bawah laut sering dilepaskan sebagai gempa bumi maka tekanan yang besar tidak akan terjadi.

Dengan demikian ancaman bencana tsunami juga dapat dihindarkan. Dengan demikian masyarakat tidak perlu waspada akan adanya ancaman tsunami bila di area Cilacap sering terjadi gempa-gempa kecil (gempa ringan dengan skala 4-4,9 dan gempa minor degan skala 3-3,9).

Hal ini menjadi pertanda bahwa tekanan yang dialami batuan telah dilepaskan dan tidak terjadi tekanan berlebihan yang berbahaya. Dengan demikian kejadian gempa-gempa ringan yang sering terjadi perlu untuk kita harapkan kejadiannya dan kita syukuri.

"Kita malah harusnya takut bila gempa tersebut tidak kunjung datang," kata Dr.Ir.Asmoro Widagdo,ST.,MT.,IPP. yang juga anggota Ikatan Ahli Geologi Indonesia

Ia menambahkan hal terpenting bagi warga pesisir selatan Jawa adalah bagaimana mensikapi ancaman gempa dan tsunami secara benar yang perlu disampaikan melalui edukasi di sekolah-sekolah dasar hingga menengah di area ini.

Sumber: Suara.com

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ancaman Tsunami Besar di Cilacap dan Pantai Selatan Jawa, Bagaimana Bersahabat dengan Gempa?

Ancaman Tsunami Besar di Cilacap dan Pantai Selatan Jawa, Bagaimana Bersahabat dengan Gempa?

Jawa Tengah | Kamis, 04 Agustus 2022 | 11:56 WIB

Aceh Barat Diterjang Badai, Dua Rumah Rusak, Begini Penampakannya

Aceh Barat Diterjang Badai, Dua Rumah Rusak, Begini Penampakannya

Sumut | Kamis, 04 Agustus 2022 | 10:46 WIB

Fakta-fakta Temuan Pasien Suspek Cacar Monyet di Jawa Tengah

Fakta-fakta Temuan Pasien Suspek Cacar Monyet di Jawa Tengah

News | Kamis, 04 Agustus 2022 | 10:40 WIB

Terkini

Bawa Modal Rp800 Juta Demi 1 Kg Sabu, Pengedar Asal Gunung Batu Diringkus Polres Cimahi

Bawa Modal Rp800 Juta Demi 1 Kg Sabu, Pengedar Asal Gunung Batu Diringkus Polres Cimahi

Jabar | Rabu, 22 Juli 2026 | 21:33 WIB

Kejagung Rotasi Pejabat, Rinaldi Umar Ditunjuk Jadi Direktur Penyidikan Jampidsus

Kejagung Rotasi Pejabat, Rinaldi Umar Ditunjuk Jadi Direktur Penyidikan Jampidsus

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 21:29 WIB

Dibatalkan Sepihak Usai Daftar Ulang, Orang Tua Siswa SMAN 1 Cileungsi Lapor Dedi Mulyadi

Dibatalkan Sepihak Usai Daftar Ulang, Orang Tua Siswa SMAN 1 Cileungsi Lapor Dedi Mulyadi

Jabar | Rabu, 22 Juli 2026 | 21:26 WIB

Tak Sekadar Bersih-Bersih, Mandi Kini Jadi Ritual Relaksasi untuk Jaga Kesehatan Mental

Tak Sekadar Bersih-Bersih, Mandi Kini Jadi Ritual Relaksasi untuk Jaga Kesehatan Mental

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 21:22 WIB

Babak Pertama Final AFF Women's Cup 2026: Timnas Putri Indonesia Unggul 1-0

Babak Pertama Final AFF Women's Cup 2026: Timnas Putri Indonesia Unggul 1-0

Bola | Rabu, 22 Juli 2026 | 21:17 WIB

BRI Dukung BKKBN Salurkan Bantuan Keluarga Berisiko Stunting di Kepulauan Talaud

BRI Dukung BKKBN Salurkan Bantuan Keluarga Berisiko Stunting di Kepulauan Talaud

Bri | Rabu, 22 Juli 2026 | 21:17 WIB

Diskon Mako Bakery Khusus Nasabah BRI, Makan Enak Bayar Gak Sampai Rp20 Ribu!

Diskon Mako Bakery Khusus Nasabah BRI, Makan Enak Bayar Gak Sampai Rp20 Ribu!

Bri | Rabu, 22 Juli 2026 | 21:12 WIB

Jonatan Christie Bersyukur Cepat Beradaptasi, Lolos ke Babak Kedua China Open 2026

Jonatan Christie Bersyukur Cepat Beradaptasi, Lolos ke Babak Kedua China Open 2026

Sport | Rabu, 22 Juli 2026 | 21:10 WIB

Promo Terbaru BRI di Marugame Udon, Makan Kenyang Cuma Bayar Rp10 Ribu!

Promo Terbaru BRI di Marugame Udon, Makan Kenyang Cuma Bayar Rp10 Ribu!

Bri | Rabu, 22 Juli 2026 | 21:07 WIB

Serahkan Dugaan Korupsi MBG ke Penegak Hukum, Kepala BGN Baru Pilih Fokus Kerja

Serahkan Dugaan Korupsi MBG ke Penegak Hukum, Kepala BGN Baru Pilih Fokus Kerja

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 21:07 WIB

×