Depok.suara.com, ASI ekslusif merupakan aspek penting pada masa pertumbuhan bayi khususnya pada usia 6 bulan pertama pasca kelahiran hingga 2 tahun atau lebih. Memberikan ASI juga salah satu cara paling efektif melindungi kesehatan ibu dan anak.
Demikian dikatakan ketua Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia Depok Marthia Larasati saat kegiatan pekan ASI Sedunia atau World Breastfeeding Week di kawasan Alun Alun Kota Depok.
"Kegiatan ini sebagai bentuk dukungan kami kepada para ibu agar dapat memberikan ASI ekslusif untuk tumbuh kembang bayi,"katanya.
Lebih lanjut Marthia Larasati mengatakan, sesuai dengan tema tahun ini yaitu Berperan Lebih untuk Menyusui, Mendukung dan Mengedukasi, kami berfokus pada kegiatan yang memberikan konseling menyusui, mini kelas menyusui, dan pemeriksaan nutrisi pada ibu hamil/ibu menyusui/calon penganti oleh para Konselor Laktasi RSUI dan AIMI Depok.
Dia menuturkan siapapun bisa mengambil peran dalam mendukung, mempromosikan dan melindungi ibu menyusui.
Keberhasilan menyusui bukan hanya tanggung jawab ibu semata, namun juga tanggung jawab semua termasuk lingkungan dan pemerintah.
"Keuntungan menyusui tidak hanya dirasakan langsung saat ini, namun juga demi menciptakan kehidupan masa depan yang sehat dan berkualitas," katanya.
"ASI ekslusif merupakan aspek penting pada masa pertumbuhan bayi khususnya pada usia 6 bulan pertama pasca kelahiran hingga 2 tahun atau lebih. Memberikan ASI juga salah satu cara paling efektif melindungi kesehatan ibu dan anak," sambungnya.
Di lokasi sama, Dokter Spesialis Anak RSUI, dr. Annisa Rahmania Yulman, Sp.A mengatakan kandungan ASI memiliki berbagai nutrisi yang dibutuhkan bayi yang diperlukan untuk mencegah stunting.
"Manfaatnya juga membentuk sistem imunitas dan memberikan perlindungan terhadap masalah pencernaan. Itu mengapa ASI dikatakan fondasi kesehatan dan kecerdasan anak," katanya.
Ibu yang memberikan ASI juga meminimkan risiko dari kanker payudara, kanker ovarium, perdarahan pasca melahirkan, depresi pasca melahirkan, penyakit jantung, hipertensi, dislipidemia dan diabetes tipe 2.
Saat proses menyusui seringkali ditemukan kondisi yang membuat ibu menjadi sulit untuk memberikan ASI pada bayi.
"Biasanya kesulitan ini dikarenakan produksi ASI yang sedikit, payudara bengkak dan puting lecet sehingga menyebabkan ibu tidak nyaman, mastitis (radang pada payudara), kurangnya informasi ibu tentang laktasi dan lain-lain," terangnya.
Dalam hal ini, konselor laktasi dibutuhkan perannya.
“Tidak hanya ibu yang memiliki masalah laktasi, calon pengantin dan ibu hamil juga perlu memahami manajemen lakstasi dengan tepat,"katanya.