Depok.suara.com - Belakangan ini beredar foto Putri Candrawathi mengenakan seragam Bhayangkari berwarna pink, dan tersenyum ke arah kamera Handphone yang dipegang Brigadir J untuk berfoto.
Hal ini muncul setelah eks Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penembakan Brigadir J.
Bukan hanya itu, pada foto tersebut istri Irjen Ferdy Sambo ini memegang lengan Brigadir J. Di sampingnya, ada 2 ajudan lain yang turut berfoto. Diketahui, foto tersebut beredar tepat dengan perayaan HUT Polri 1 Juli 2022.
Dalam foto itu, terlihat juga sosok diduga Bripka RR alias Ricky Rizal yang kini menjadi tersangka kasus pembunuhan Brigadir J.
Namun, banyak yang mempertanyakan bahwa dalam foto itu, istri Ferdy Sambo justru tampak lebih dekat dengan Brigadir J dibandingkan dengan ajudannya sendiri, Bripka RR.
Pengacara Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak mengungkapkan, kalau motif pembunuhan Brigadir J di rumah dinas Ferdy Sambo diduga bukan akibat pelecehan seksual.
Kendati begitu, motif Ferdy Sambo merencanakan pembunuhan terhadap Brigadir J yang sebenarnya masih menjadi teka-teki.
Kamaruddin Simanjuntak mengatakan, bahwa menurut kedua orangtua almarhum, anaknya ini paling disayang oleh Ferdy sambo dan Putri Candrawathi, hingga kerapkali diperlakukan seperti anak sendiri.
Pihaknya pun menduga akibat Brigadir J menjadi sosok kesayangan Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo, sehingga menimbulkan rasa iri (cemburu) dari para ajudan lain, sehingga terjadilah pengaduan yang salah.
Baca Juga: Oppo Siapkan Dua Ponsel Lipat Baru, Pesaing Samsung Galaxy Z Fold dan Flip
Sementara itu, pengacara Bharada E, M. Burhanuddin mengungkapkan, detik-detik sebelum penembakan Brigadir J, waktu itu Ferdy Sambo berada di TKP memerintahkan Bharada E untuk menembak Brigadir J dalam posisi jongkok.
"Pada saat di TKP, mereka berempat sudah di dalam dan Ricky disuruh panggil Yosua. Begitu masuk di TKP, kemudian disuruh jongkok (Brigadir J). Informasi dari Bharada E yang suruh brigadir J jongkok adalah si bosnya, ya seorang atasannya di sana (Ferdy Sambo)," kata Burhanuddin, dikutip dari tayangan Indonesia Lawyers Club, Minggu (14/8/2022).
Jadi, dia menyebutkan, yang berada di dalam tempat kejadian itu termasuk Brigadir J, dan yang lainnya saat ini sudah jadi tersangka semua.
Namun, Ibu PC (Putri Candrawathi) pada saat kejadian tersebut berada di dalam, tetapi bukan di tempat kejadian melainkan berada di dalam kamar.
Burhanuddin menambahkan, dari informasi yang didapat di dalam tempat kejadian itu, ada Ferdy Sambo, Ricky, Bharada E, dan almarhum Yosua.
Selanjutnya, ketika disinggung apakah Brigadir J dieksekusi saat jongkok. Pengacara Bharada E mengatakan, sebelum dieksekusi, rambut Brigadir J sempat dipegang, lalu Bharada E diperintahkan untuk menembak Brigadir J.