Depok.suara.com - Turki dan Israel telah memiliki hubungan diplomatik resmi sejak dekade 1980an, di Tel Aviv pun memiliki kedutaan besar karena mengakui kedaulatan Israel.
Tetapi pada 2018 hubungan kedua negara memburuk dan Turki memanggil pulang duta besarnya sebagai protes atas pembunuhan 60 warga sipil Palestina oleh Israel di Gaza. Israel juga membalas dengan menarik pulang duta besarnya dari Ankara.
Tetapi pada Rabu para pejabat luar negeri Israel dan Turki mengumumkan akan memulihkan hubungan diplomatik. Kedua negara akan segera menunjuk kembali masing-masing duta besar baru.
Perdana Menteri Israel, Yair Lapid, dalam pernyataan resminya mengkonfirmasi bahwa hubungan diplomatik dengan Turki akan kembali normal.
"Sudah diputuskan untuk kembali meningkatkan level hubungan atara dua negara ke hubungan diplomatik penuh," bunyi pernyataan tersebut.
Dalam pernyataan yang sama Lapid juga menegaskan bahwa masing-masing negara akan segera mengirim duta besar dan konsul jenderal.
Lebih lanjut Lapid mengungkapkan bahwa dengan peningkatan hubungan itu kerja sama antara kedua negara dan rakyatnya di bidang ekonomi, perdagangan dan budaya akan semakin erat.
Tak kalah penting adalah eratnya hubungan Israel dan Turki diyakini akan membuat kawasan Timur Tengah semakin stabil.
Sumber: Suara.com