Depok.suara.com - Selain kasus penembakan yang menyebabkan kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J dan penyuapan, Irjen Ferdy Sambo juga diduga terlibat dalam bisnis judi online. Kasus ini disebut diketahui oleh Brigadir J yang kemudian disebut-sebut sebagai motif pembunuhan tersebut.
Namun, hal ini belum dapat dikonfirmasi kebenarannya dan sementara ini pihak kepolisian masih belum mengungkap kepada publik soal motif pembunuhan yang sebenarnya. Dugaan keterlibatan FS dalam judi online juga bukan tanpa sebab. Sebelumnya FS dikabarkan menjadi penguasa judian online dengan kode 303 Konsorsium.
Jenderal bintang dua itu pun ditengarai bisa meraup miliaran rupiah setiap bulan. Kabar kode 303 milik Ferdy Sambo ini sudah mencuat dan ramai dibahas di media sosial TikTok hingga Twitter. Unggahan mengenai FS yang mendalangi judi online itu direspons lebih dari 4.000 netizen Twitter. Kemudian diunggah hingga 1.666 kali lebih di media sosial yang sama.
Sebelumnya kasus judi online memang marak ditangani oleh aparat penegak hukum.
Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri telah menangkap enam tersangka dalam kasus ini. Kasubdit I Dittipidsiber Bareskrim Polri, Kombes Pol Reinhard Hutagaol, menyebut para tersangka menjalankan bisnis judi online di lima website dengan delapan jenis perjudian.
"Bareskrim Polri melakukan penangkapan terhadap penyelenggara delapan jenis perjudian online dan lima website perjudian," kata Reinhard kepada wartawan, Senin (15/8/2022).
Para tersangka, kata Reinhard, ditangkap di salah satu apartemen di kawasan Jakarta Utara pada Sabtu (13/8/2022). Dua dari delapan tersangka merupakan perempuan. "Penangkapan terhadap enam orang laki-laki dan dua perempuan," ungkapnya.
Berdasar hasil penyidikan awal para tersangka memiliki peran berbeda. Ada yang berperan sebagai customer service hingga marketing. Lima website perjudian itu adalah Kingkoi88, Winlab88, Goldmain, Bsbox, dan Senarbet.
Sumber: Suara.com