Depok.suara.com - Keputusan pemerintah untuk menaikkan harga bahan bakar minyak bersubsidi pada Sabtu (3/9/2022) banyak mendapatkan tanggapan dari masyarakat.
Misalnya seorang dengan akun TikToknya @ahmadyaniihsan yang mengaku heran dengan sikap partai oposisi Demokrat yang dipimpin Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan mantan presiden Sulilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Hal ini karena kedua tokoh nasional ini tidak mengeluarkan pernyataan apapun mengenai keputusan pemerintahan Jokowi yang menaikkan harga BBM.
Padahal selama SBY menjabat pemimpin Indonesia, Megawati bersama kader PDIP sangat vokal untuk melayangkan protes saat ada isu kenaikan BBM.
Bahkan tidak hanya protes, Megawati dan Puan Maharani pernah sampai menangis saat mendengar SBY hendak menaikkan harga BBM bersubsdi.
"Harga BBM naik, tapi mengapa AHY dan SBY tidak menangis dan mengancam akan mengepus istana?," tulis pria tersebut yang dikutip pada Minggu (4/9/2022).
Pernyataan pria itu sontak aja mematik perhatian warganet. Banyak dari mereka yang memberikan ragam komentar.
"Karena punya akhlak mulia," cetus akun @loveto**.
"Karena tidak mau bersandiwara seperti sinetron ada tangisanya," ujar akun @muhammad**.
Baca Juga: Bikin Geleng Kepala, Pria Ini Tak Mau Rugi Beli Bensin, Pastikan hingga Tetes Terakhir
"Orang-orang baik mah nggak perlu berpura-pura," imbuh akun @user1770**.
"Lebih terhormat Demokrat daripada PDIP," sambung akun @panembahan**.
Sebelumnya, harga BBM bersubsidi seperti Pertalite mengalami kenaikan dari harga Rp 7.650 per liter menjadi 10.000 per liter. Solar subsidi dari Rp 5.150 per liter menjadi 6.800 per liter.
Selain itu, Pertamax non subsidi juga alami penyesuaian harga yakni dari Rp 12.500 menjadi 14.500 per liter.
Sumber: Suara.com