Depok.suara.com - Melupakan hal kecil merupakan hal biasa yang di alami oleh setiap orang. Tapi, jika kamu sering mengalaminya pada usia muda, itu akan beralih pada hal-hal besar.
Penurunan memori bisa dipengaruhi banyak hal. Mengutip Life Span, berikut tujuh di antaranya.
Depresi
Saat depresi, kamu akan sulit konsentrasi dan mengingat. Sebab, kamu terlalu berlarut dengan perasaan negatif. Emosi seperti kemarahan, ketakutan, dan kecemasan juga bisa memicu lupa.
Bingung
Multitasking memang menantang, tapi kelamaan juga bisa membuat bingung dan stres. Karena pikiran dipenuhi hal yang harus dilakukan, sangat mungkin untuk kehilangan memori. Solusi dari masalah tersebut adalah fokus.
Tidak jujur
Banyak yang tidak jujur soal apa yang dirasakan, entah karena malu atau takut. Karena aspek emosional diabaikan, perasaan dan pikiran akhirnya tidak terhubung. Itu berdampak serius pada memori.
Otak terdiri dari dua bagian: kiri untuk mengatur logika sementara kanan memfasilitasi fungsi artistik dan emosional. Gunakan kedua sisi agar lebih seimbang dalam berpikir. Itu juga baik untuk memori.
Obat-obatan
Narkotik dilarang karena tak baik untuk otak. Penyalahgunaan narkotika dapat menyebabkan penurunan memori karena memengaruhi bagian otak yang bertanggung jawab atas fungsi kognitif.
Terlalu banyak mengonsumsi alkohol juga dapat menyebabkan masalah mental, termasuk kerusakan memori retrospektif. Itu merupakan pemulih kenangan, yang mencegah kamu menjadi pelupa.
Kebiasan minum alkohol juga membuat suplai oksigen di otak berkurang. Seiring waktu, kondisi itu dapat menyebabkan efek negatif pada seluruh sistem saraf pusat.
Kurangnya zat tiamin
Tiamin merupakan nutrisi penting yang diperlukan untuk metabolisme makanan dan mengubahnya menjadi energi. Untuk dewasa, jumlah standar konsumsi tiamin maksimal 1,2 miligram per hari.
Jika jumlah itu kurang, kamu akan menderita sindrom Wernicke-Korsakoff. Itu merupakan jenis gangguan neurologis yang mengarah ke kehilangan memori jangka pendek dan jangka panjang.
Kurang tidur
Tidur menyegarkan tubuh dan pikiran. Saat tidur, tubuh melakukan perbaikan sel dan jaringan yang rusak. Selain itu, tidur juga waktu tepat menciptakan gelombang otak untuk menyimpan kenangan.
Gelombang otak mengirim kenangan ke korteks prefrontal, yakni bagian otak yang menyimpan kenangan jangka panjang. Bila kamu kurang tidur, kenangan tidak dapat bergerak menuju korteks prefrontal. Akibatnya, kamu mudah lupa dan kehilangan memori jangka pendek.