Awas! Kekerasan Pada Hewan Bisa Jadi Penyakit Mental

Suara Depok

Jum'at, 16 September 2022 | 09:00 WIB
Awas! Kekerasan Pada Hewan Bisa Jadi Penyakit Mental
Ilustrasi kekerasan pada hewan (Freepik)

Depok.suara.com - Kekerasan terhadap hewan di Indonesia terbilang mengkhawatirkan. Karena, Indonesia merupakan penghasil konten kekerasan pada hewan terbesar di dunia.

Menurut laporan Microsoft’s 2020 Digital Civilization Index, Indonesia menduduki posisi pertama soal kekerasan terhadap hewan. 

Terlebih, pada tahun 2021 lalu, laporan dari Social Media Animal Cruelty Coalition (SMACC) juga menempatkan Indonesia sebagai negara penghasil konten kekerasan terhadap hewan yang paling banyak di dunia. Dari sekitar 5.500 konten kekerasan hewan yang beriskulasi secara global, setidaknya 1.626 diyakini bersumber dari Indonesia.

Data ini mungkin tidak mengejutkan mengingat frekuensinya beredar memang cukup tinggi. Mulai dari kasus pemberian minuman energi ke monyet, Lucinta yang berenang bersama lumba-lumba, hingga yang terbaru, yaitu penembakan kucing yang terjadi di Sesko TNI Bandung.

Tindakan kekerasan terhadap hewan bisa jadi pertanda penyakit mental

Para ahli menyebut bahwa kekerasan terhadap hewan dikenal sebagai indikator penyakit mental. Karena, perasaan iba kepada sesama makhluk hidup sudah hilang.

“Kekerasan terhadap binatang adalah manifestasi dari dua hal. Yaitu keinginan untuk memiliki kuasa terhadap yang makhluk yang lebih kecil dan lemah dan kecenderungan untuk menikmati kepuasan sadis dari tindakan tersebut,” jelas Dr. Thara, Direktur dari Yayasan Penelitian Schizophrenia di Chennai, India.

Sebuah studi yang pada tahun 2002 yang diterbutkan di Journal of the American Academy of Psychiatry and the Law Online menyebut bahwa aksi tersebut bisa diasosiasikan dengan gangguan kepribadian antisosial alias sociopath.

Studi lain menyebut bahwa orang-orang yang menyiksa anak-anak dan pelaku KDRT juga cenderung menyiksa binatang. Hal ini pun mengindikasikan padanya indikasi masalah keluarga terhadap mereka yang menyiksa hewan.

baca juga

Terpapar sejak kecil, berdampak besar ketika dewasa

Penyiksaan terhadap hewan ketika masih kecil disebut-sebut akan melakukan kekerasan terhadap manusia lain ketika dewasa. Bahkan, bukan tidak mungkin pelaku aksi tersebut tumbuh jadi pembunuh berantai.

Salah satu riset menyebut bahwa sebanyak 36% pembunuh berantai pernah melakukan penyiksaan hewan ketika masih kecil, 46% melakukan penyiksaan hewan ketika remaja dan 36% melakukan penyiksaan hewan ketika sudah dewasa.

Pasalnya, mereka yang melakukan penyiksaan hewan ketika kecil cenderung tidak peka dengan konsekuensi dari tindakan kekerasan yang merekanlakukan. Hingga pada akhirnya mereka juga akan melakukan kekerasan terhadap sesama manusia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Berdoalah saat Mendengar Suara Hewan Ini, Gus Baha: Pertanda Ada Malaikat!

Berdoalah saat Mendengar Suara Hewan Ini, Gus Baha: Pertanda Ada Malaikat!

Bandung | Kamis, 15 September 2022 | 20:24 WIB

Kiamat Sudah Dekat Apabila Hewan-Hewan Ini Punah Ungkap Gus Baha

Kiamat Sudah Dekat Apabila Hewan-Hewan Ini Punah Ungkap Gus Baha

Bandung | Rabu, 14 September 2022 | 22:23 WIB

Dua Pemuda Siksa Monyet Demi Keuntungan dari Konten, Terancam Lima Tahun Penjara

Dua Pemuda Siksa Monyet Demi Keuntungan dari Konten, Terancam Lima Tahun Penjara

Depok | Selasa, 13 September 2022 | 22:47 WIB

Terkini

Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang

Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:58 WIB

Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA

Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:53 WIB

Prediksi Skor Yordania vs Argentina: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik

Prediksi Skor Yordania vs Argentina: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik

Bola | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:45 WIB

Industri Film Indonesia Masuki Era Baru dengan Dukungan Blockchain dan AI

Industri Film Indonesia Masuki Era Baru dengan Dukungan Blockchain dan AI

Lifestyle | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:43 WIB

Gedebage Jazz Festival Naik Kelas, Evolusi Menuju Panggung Dunia

Gedebage Jazz Festival Naik Kelas, Evolusi Menuju Panggung Dunia

Entertainment | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:27 WIB

Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah

Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:26 WIB

BMKG Imbau Warga Pesisir NTB Waspadai Potensi Banjir Rob

BMKG Imbau Warga Pesisir NTB Waspadai Potensi Banjir Rob

Bali | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:22 WIB

Bagaimana Struktur Baja Masjid Raya Baitul Khairaat Pasca Gempa?

Bagaimana Struktur Baja Masjid Raya Baitul Khairaat Pasca Gempa?

Sulsel | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:15 WIB

Alasan Mitsubishi Xforce Ultimate DS Tetap Relevan Bagi Pengguna yang Punya Mobilitas Tinggi

Alasan Mitsubishi Xforce Ultimate DS Tetap Relevan Bagi Pengguna yang Punya Mobilitas Tinggi

Otomotif | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:15 WIB

Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?

Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:12 WIB

×