Dampak akademik
Anak-anak yang menjadi korban bullying cenderung mengalami penurunan prestasi di bidang akademik. Praktik perundungan bisa membuat anak-anak merasa malas untuk sekolah demi menghindari perundungan yang mereka terima.
Secara langsung, dampaknya mengakibatkan penurunan prestasi akademik. Tak hanya bagi korban bully, untuk para pelaku juga mengalami dampak tersebut, bagi mereka terlalu asik mengintimidasi orang lain sehingga mereka sering lupa dan cenderung cuek terhadap tugas di sekolah.
Dampaknya pada keluarga
Ketika seorang anak menerima perlakukan tidak menyenangkan dari anak seusianya, maka orangtua di rumah hingga saudara kandung juga terkena dampaknya. Orangtua seringkali mengalami berbagai konsekuensi termasuk merasa tidak berdaya untuk memperbaiki situasi.
Mereka mungkin merasa terasingkan karena perasaan gagal mendidik anak, ketika anak mereka menjadi korban atau pelaku bullying di sekolah. Kondisi tersebut dapat dialami orangtua karena mereka merasa gagal dalam melindungi anaknya, hingga mempertanyakan kemampuan mengasuh anak.
Dampak mental
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa dampak bullying dapat berlangsung hingga dewasa. Terlebih jika kasusnya ditindas oleh teman sebaya dari orang dewasa. Pengalaman buruk seperti itu bisa membekas sampai sang anak tumbuh dewasa.
Bahkan, tak jarang dampaknya bisa membuat sang anak menjadi pelaku bullying juga. Pengaruh lainnya juga berdampak buruk bagi pola pikir si anak di masa depan, termasuk caranya memandang diri sendiri dan juga orang lain.
Baca Juga: Siap Menyambut KTT G20, Begini Potret Penataan Jalan Tol Bali Mandara