Depok.suara.com -bMenjadi TKI di luar negeri, memang banyak yang memiliki kisah dan cerita yang cukup unik. Seperti misalnya di Taiwan, ada yang mendapat kerja menjaga majikan sampai rela tidur bareng.
Namun, yang tak kalah menarik ada kisah TKI yang bekerja di Amerika Serikat baru-baru ini. Uniknya pekerjaan mereka terbilang mudah, namun harus penuh dengan tanggung jawab.
Tak cuma mudah, mereka juga dibayar dengan nilai uang yang sangat besar jika dirupiahkan. Mereka cuma menjadi penjaga rumah serta pengasuh kucing yang ditinggal pergi untuk sementara oleh pemiliknya. Mereka bisa mendapatkan bayaran hingga Rp1,5 juta untuk semalam saja.
Tiap harinya TKI bernama Daden dan Juju kerjanya cuma bersantai sambil bermain-main dengan kucing. Meski terlihat sangat mudah, namun orang Amerika berani membayar lebih untuk pekerjaan tersebut.
“Enak banget sih sebetulnya sebab enggak ngapa-ngapain. Datang, tidur," ujar Deden mengutip dari berbagai sumber.
"Cuma pindah tidur doang tapi dibayar,” kata Juju.
Demikian gambaran Daden dan Juju, TKI di Amerika Serikat, tentang profesi yang telah mereka lakoni belasan tahun. Mereka adalah profesional penjaga rumah, disebut house sitter, sekaligus pengasuh kucing atau cat sitter.
Menurut definisinya, house sitter adalah orang yang dipercaya menjaga rumah agar tidak dimasuki maling selagi pemiliknya pergi. Mereka juga membersihkan rumah, menyiram tanaman, memastikan surat-surat tidak menumpuk di kotak surat, dan, yang terpenting, mengurusi hewan peliharaan.
Deden menjelaskan, kadang ia dapat kontrak dari majikannya bisa sampai sebulan. Namun, tak jarang juga yang meminta ia menjaga selama seminggu
“Beda-beda. Ada yang minta dua minggu. Ada yang seminggu. Kadang-kadang sebulan,” ungkap Daden.
Untuk jasa mereka, Daden dan Juju menerima bayaran puluhan dollar AS. Ia menerangkan, bahwa dirinya tidak mematok harga dalam bekerja.
“Jaga rumah itu kan enggak ditentuin. Kami enggak kasih harga ke mereka. Cuma, mereka kasih paling kecil $50 semalam. Kadang-kadang ada yang $75, ada yang ngasih $100 semalam," ungkapnya.
Deden juga mengatakan, bahwa pemilik rumah kerap menyiapkan bahan pangan, aneka permainan, dan akses ke hiburan di TV. Ini dilakukan supaya house sitter tidak bosan saat bekerja.
“Disediakan bunga-bunga supaya kita gak bosan,” kata Juju.
Namun, yang unik dari pekerjaan mereka adalah tugas untuk menjaga kucing. Deden menyebut, jika ada kucing di rumah yang ia jaga, maka akan ada biaya tambahan.
“Kalau ada binatang, lebih. Dikasih lagi. Karena, kalau binatang kan ekstra,” ucap Daden.
Deden mengungkapkan, jika Menjangan kucing, tugasnya hanya memberi makan sesuai diet, pastikan tempat makan dan air minum ada isinya, dan bersihkan kotoran.
"Tidak sampai satu jam, tugas tuntas," tukasnya.
Saat ini, total 17 rumah secara bergilir dijaga Daden dan Juju. Rata-rata, lima rumah mereka jaga pada waktu bersamaan, walaupun hanya dua rumah yang bisa mereka tinggali. Selebihnya, mereka gilir atau mereka datangi hanya untuk bersih-bersih dan mengurus hewan atau tanaman.
“Padahal kami sudah bilang, kami enggak bisa karena sudah janjian dengan si ini, si ini. Tapi, tetap saja. Ya sudah, kamu check in saja ke sini. Itu dibayar juga," pungkasnya.
Profesi ini, menurut Daden, tidak menuntut keterampilan khusus. Modalnya adalah kepercayaan dan rekomendasi berantai dari klien yang puas atas jasa mereka.
Dia menambahkan, dirinya tidak akan bermuka masam walau sedang ada masalah, dan memberi jasa ekstra untuk bersih-bersih. Ketika si pemilik rumah pulang dan mendapati rumah bersih, tanaman terawat dan hewan peliharaan sehat, mereka tidak segan memberi bonus.
Menurut Zippia.com, situs pencari dan perekrut tenaga kerja, house sitter rata-rata dibayar 27 dollar AS (Rp 405.000) per jam atau hampir 52.000 dollar AS (Rp 780 juta) per tahun.
Situs lain, Ziprecruiter.com, mencatat sampai 12 September 2022, gaji house sitter di Negara Bagian Maryland saja rata-rata lebih dari 68.000 dollar AS (Rp 1 miliar) per tahun atau hampir 33 dollar AS (Rp 495.000) per jam.