Afghanistan Izinkan Anak Perempuan Kembali Sekolah, Tapi Cuma Tiga Hari

Suara Depok | Suara.com

Minggu, 25 September 2022 | 19:30 WIB
Afghanistan Izinkan Anak Perempuan Kembali Sekolah, Tapi Cuma Tiga Hari
Wanita sedang belajar (Ist)

Depok.suara.com - Anak-anak perempuan di suatu provinsi di Afghanistan kembali mendapatkan kesempatan bersekolah, namun sayangnya hanya sesaat.

Empat sekolah menengah putri di Gardiz, ibu kota provinsi Paktia di Afghanistan timur, mulai mengizinkan murid-muridnya belajar di sekolah sejak Selasa (6/9) pekan lalu. Hal serupa juga terjadi di suatu SMA di distrik Samkani, yang memperbolehkan pelajar perempuan masuk seperti sediakala.

Kabar gembira itu cepat menyebar ke seantero negeri. Namun, alih-alih menginspirasi sekolah lain mengikuti jejaknya, harapan pupus seketika begitu beritanya sampai ke telinga Taliban. Kegiatan pembelajaran terpaksa dibubarkan saat Taliban mendatangi sekolah-sekolah tersebut empat hari kemudian.

Sejak merebut kekuasaan dari pihak Barat tahun lalu, Taliban berjanji pemerintahannya kali ini akan memperlakukan perempuan secara lebih adil. Taliban mengklaim kaum perempuan bisa tetap mengejar pendidikan di bawah rezim terbarunya. Namun, praktiknya di lapangan berbeda dengan apa yang telah dijanjikan. Pelajar perempuan berusia 11 tahun ke atas telah dilarang bersekolah sejak September 2021. Bahkan pada Maret lalu, Taliban membatalkan keputusannya mengizinkan perempuan bersekolah karena khawatir terjadi pelanggaran norma-norma “budaya”, tanpa memberi penjelasan lebih lanjut apa yang mereka maksud.

Setelah Taliban menutup paksa sekolah pada Sabtu, puluhan pelajar beraksi di depan gedung dinas pendidikan kota Gardiz untuk menuntut hak mereka memperoleh pendidikan.

Akses pendidikan untuk perempuan menjadi satu-satunya kemajuan dari pemerintahan baru Afghanistan setelah Taliban berhasil diusir dua dekade lalu. Jumlah perempuan yang mengenyam bangku sekolah meningkat drastis, dari yang tadinya nol menjadi 2,5 juta orang. Dengan kembalinya Taliban ke Kabul, ada kekhawatiran masa lalu kelam terulang lagi, dan hilangnya kesempatan bersekolah bagi tiga juta anak perempuan.

Sampai saat ini, isunya masih menjadi bahan tawar-menawar bagi Taliban untuk menarik hati negara-negara tetangga. Hal ini dilakukan guna menghindari konsekuensi diasingkan dunia internasional yang dapat membawa Afghanistan ke ambang kemiskinan. Namun, pada saat bersamaan, Taliban berpegang teguh pada pendiriannya dan tak kunjung mengizinkan perempuan kembali ke sekolah.

Apa pun keputusan akhir yang diambil Taliban nanti, penegakan HAM di Afghanistan telah mengalami kemunduran sejak mereka berkuasa, terutama bagi kaum perempuan. Hal ini dibuktikan dalam laporan bulanan yang mencatat segala pelanggaran HAM yang terjadi di negara tersebut.

Pada Senin, misi Perserikatan Bangsa-Bangsa di Afghanistan mengungkapkan kekhawatirannya terkait “pola insiden pelecehan” yang menimpa tenaga perempuan mereka saat berurusan dengan pasukan Taliban.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terlalu Rajin, Murid Ini Malah yang Jemput Gurunya Pergi ke Sekolah

Terlalu Rajin, Murid Ini Malah yang Jemput Gurunya Pergi ke Sekolah

Jogja | Minggu, 25 September 2022 | 18:01 WIB

4 Rekomendasi Buku untuk Belajar Bahasa Inggris di Rumah secara Mandiri!

4 Rekomendasi Buku untuk Belajar Bahasa Inggris di Rumah secara Mandiri!

Your Say | Minggu, 25 September 2022 | 12:34 WIB

Bejat, Guru SD di Langkat Cabuli Murid-Muridnya di Ruang Kelas

Bejat, Guru SD di Langkat Cabuli Murid-Muridnya di Ruang Kelas

Kalbar | Minggu, 25 September 2022 | 09:50 WIB

Terkini

Bingung Dukung Persija atau Persib Buat Juara Super League, Rachmat Irianto Kasih Jawaban Tegas

Bingung Dukung Persija atau Persib Buat Juara Super League, Rachmat Irianto Kasih Jawaban Tegas

Bola | Selasa, 14 April 2026 | 15:37 WIB

Percepat KPR, BTN Integrasikan Proses Lewat Satu Sistem Terpusat

Percepat KPR, BTN Integrasikan Proses Lewat Satu Sistem Terpusat

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 15:36 WIB

4 Pembersih Wajah Berbahan Blueberry Angkat Kotoran tanpa Buat Kulit Kering

4 Pembersih Wajah Berbahan Blueberry Angkat Kotoran tanpa Buat Kulit Kering

Your Say | Selasa, 14 April 2026 | 15:35 WIB

Momen Bobby Nasution Marah-marah karena Penanganan Banjir di Tapteng Lambat

Momen Bobby Nasution Marah-marah karena Penanganan Banjir di Tapteng Lambat

Sumut | Selasa, 14 April 2026 | 15:34 WIB

Harga Sawit Riau Makin Moncer, Periode Ini Dibayar Rp4.116 per Kg

Harga Sawit Riau Makin Moncer, Periode Ini Dibayar Rp4.116 per Kg

Riau | Selasa, 14 April 2026 | 15:34 WIB

Sa'adatud Darain fi al-Shalah 'ala Sayyid al-Kaunain: Menyelami Samudra Cinta dengan Shalawat

Sa'adatud Darain fi al-Shalah 'ala Sayyid al-Kaunain: Menyelami Samudra Cinta dengan Shalawat

Your Say | Selasa, 14 April 2026 | 15:30 WIB

Berapa Biaya Bulanan Motor Adora? Simulasi Lengkap Isi Daya Listrik dan Cicilan

Berapa Biaya Bulanan Motor Adora? Simulasi Lengkap Isi Daya Listrik dan Cicilan

Otomotif | Selasa, 14 April 2026 | 15:30 WIB

Iran Desak PBB Beri Sanksi Ganti Rugi Materiil dari Bahrain Hingga Yordania

Iran Desak PBB Beri Sanksi Ganti Rugi Materiil dari Bahrain Hingga Yordania

News | Selasa, 14 April 2026 | 15:29 WIB

Minyak Dunia Tembus USD 110, Subsidi RI Terancam Bengkak Rp79 Triliun

Minyak Dunia Tembus USD 110, Subsidi RI Terancam Bengkak Rp79 Triliun

News | Selasa, 14 April 2026 | 15:27 WIB

Profil Pete Hegseth: Menteri Perang AS yang 'Membenci' Islam, Punya Tato Kafir

Profil Pete Hegseth: Menteri Perang AS yang 'Membenci' Islam, Punya Tato Kafir

News | Selasa, 14 April 2026 | 15:26 WIB