Makan Sayap Ayam Bikin Kanker? Ini Penjelasan Ahli

Suara Depok

Selasa, 27 September 2022 | 07:15 WIB
Makan Sayap Ayam Bikin Kanker? Ini Penjelasan Ahli
Ilustrasi sayap ayam. (Unsplash/Brian Chan)

Depok.suara.com - Hampir semua orang menyukai ayam untuk di konsumsi. Sehingga, berbagai macam menu pilihan ayam semakin berkembang dan bervariasi.

Namun, beberapa waktu lalu ada isu terkait bagian ayam yang tidak boleh dimakan, yaitu bagian sayap dan ceker atau kaki ayam. Menurut informasi yang beredar, memakan sayap ayam dapat memicu kanker karena zat kimia yang di suntikan oleh peternak lewat bagian sayap.

Jika kamu termasuk penyuka ayam, ini adalah informasi penting yang harus kamu ketahui, simak selengkapnya ya!

Sudah dari tahun 2014

Dikutip dari berbagai sumber, Selasa (27/9/2022), pelarangan memakan sayap dan ceker ayam sudah berulang kali disebarkan, bahkan sejak tahun 2014. Dua tahun berselang, pada 2016, informasi yang sama kembali tersebar, hingga beberapa waktu lalu.

Tak hanya di Indonesia, informasi mengenai konsumsi sayap ayam bisa memicu kanker juga tersebar di negara lain, salah satunya di Amerika Serikat sejak tahun 2004. Hal ini seperti dimuat media cek fakta Snopes.

Penggunaan bahan-bahan kimia pada unggas hingga tumbuh lebih besar dan cepat menjadi hal yang banyak dicurigai dapat menimbulkan risiko bagi kesehatan manusia.

Departemen Ilmu Peternakan North Carolina State University (UNC) mencatatnya sebagai mispersepsi masyarakat menanggapi keberadaan ayam yang lebih besar dari yang ada sebelumnya. Mereka berpikir bahwa unggas-unggas itu mendapat suntikan hormon tertentu.

Padahal, itu merupakan hasil rekayasa genetika yang sudah dilakukan untuk kepentingan industri unggas agar berjalan lebih optimal dan sama sekali tidak membahayakan kesehatan.

baca juga

Dalam sebuah penelitian dari Divisi Pertanian University of Arkansas disebutkan, ayam yang dikonsumsi di Amerika tidak diberikan suntikan steroid untuk mempercepat pertumbuhannya. Selama belasan tahun, ayam sudah dikembangbiakkan sedemikian rupa sehingga tumbuh dengan lebih besar, cepat, dan dengan pakan yang lebih sedikit.

Badan obat-obatan dan makanan Amerika, Food and Drugs Administration (FDA) menyatakan, kadar residu hormon yang terdapat dalam hewan-hewan konsumsi ada di ambang batas aman sehingga tidak akan menimbulkan efek apa pun pada manusia. 

Jika memang harus menggunakan hormon yang membantunya tumbuh lebih besar, maka itu harus dilakukan dengan cara disuntik. Namun, cara ini harus dilakukan secara teratur dan akan merepotkan para peternak. Selain itu, FDA sudah melarang penggunaan hormon tersebut pada unggas sejak tahun 1960.

Penjelasan dokter

Menurut dokter spesialis onkologi RS Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta, dr. Walta Gautama, Sp.B(k) Onk, informasi terkait memakan sayap ayam dan ceker ayam dapat menyebabkan kanker adalah hoaks. Ia menjelaskan, bahwa penyuntikan hormon untuk ayam potong sudah dilarang sejak tahun 1970.

"Itu hoaks, penyuntikan hormon untuk ayam potong sudah dilarang sejak 1970, jadi yang disuntikkan adalah vaksin," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bisa Pengaruhi Kesuburan Pria! Hati - hati Bila Cedera Tulang Belakang

Bisa Pengaruhi Kesuburan Pria! Hati - hati Bila Cedera Tulang Belakang

Tantrum | Selasa, 27 September 2022 | 06:05 WIB

Ingin Langsing? 4 Cara Menurunkan Berat Badan

Ingin Langsing? 4 Cara Menurunkan Berat Badan

Tantrum | Selasa, 27 September 2022 | 05:54 WIB

Luna Maya Beri Pesan Menyentuh Untuk Ariel NOAH

Luna Maya Beri Pesan Menyentuh Untuk Ariel NOAH

Bogor | Selasa, 27 September 2022 | 04:50 WIB

Terkini

Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile

Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile

Sumsel | Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:06 WIB

Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta

Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan

Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T

Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:50 WIB

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:38 WIB

Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat

Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat

Bogor | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya

Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya

Bola | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:45 WIB

Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi

Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana

Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:35 WIB

×