Video Oknum Polisi-TNI Tega Aniaya Suporter Arema Sebelum Tembakan Gas Air Mata, Warganet: Gak Kebayang Sakit Perih dan Seseknya

Suara Depok

Senin, 03 Oktober 2022 | 14:36 WIB
Video Oknum Polisi-TNI Tega Aniaya Suporter Arema Sebelum Tembakan Gas Air Mata, Warganet: Gak Kebayang Sakit Perih dan Seseknya
Aparat keamanan menembakkan gas air mata untuk menghalau suporter yang masuk lapangan usai pertandingan sepak bola BRI Liga 1 antara Arema melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022). ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/tom.

Depok.suara.com - Kericuhan besar yang terjadi pasca laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang pada Sabtu (1/10/2022) malam terus menjadi sorotan publik. Hal ini karena menyebabkan ratusan suporter yang meninggal.

Karena itulah publik terus memperdebatkan tragedi yang menyebabkan ratusan nyawa melayang ini. Awalnya banyak yang menuding rusuhnya suporter sebagai biang masalah dalam tragedi tersebut.

Namun kini sebagian besar pihak menuding SOP penanganan yang kurang tepat dari aparat pengamanan penyebab utamanya. Misalnya saja ada aparat yang tertangkap kamera melakukan tindak represif kepada penonton pertandingan.

Hal ini seperti yang dilihat Suara.com di akun Instagram @video_iwan__fals. Terlihat aparat dan pendukung Arema FC yang saling berkejaran di lapangan Stadion Kanjuruhan.

Beberapa pendukung juga tampak melempar benda-benda kepada aparat, yang tidak disangka, dibalas dengan tak kalah represif. Sebab ada aparat yang kemudian tega memukul hingga menendang aparat.

Terlihat jelas di video ada oknum aparat TNI yang mengancam akan memukul seorang suporter Arema FC yang jatuh di lapangan.

Namun di sisi lapangan lain, terlihat seorang suporter yang dipukuli oknum polisi dengan membabi buta dengan memakai tongkat.

Adegan lain juga memperlihatkan oknum TNI yang menendang seorang suporter sampai terjatuh. Bahkan menurut akun Twitter @IbnoeAhmad4, Aremania yang ditendang oleh oknum TNI tersebut berakhir meninggal dunia.

"Tragedi Kanjuruhan yang dilakukan oleh TNI-AD bare hijau,,, akhirnya harus meregang nyawa tanpa ada belas kasihan dari sang penjaga NKRI itu!" cuitnya, dikutip pada Senin (3/10/2022).

baca juga

Namun puncaknya tentu saja ketika aparat menembakkan gas air mata ke tribun penonton. Tembakan gas air mata ini pula yang disinyalir menyebabkan suporter panik dan berusaha untuk keluar dari stadion secara bersamaan.

Kepanikan massal yang terjadi menyebabkan para suporter berdesak-desakan di pintu keluar ketika stadion berselimut gas air mata. Padahal FIFA telah melarang pemakaian gas air mata selama pertandingan sepak bola.

Tanggapan Warganet

Video yang memperlihatkan tindak represif sejumlah oknum aparat TNI/Polri ini mendapat banyak komentar miring warganet.

Banyak yang menyayangkan SOP pengamanan pertandingan yang kurang humanis. Meski tidak sedikit pula yang menilai kerusuhan bermula dari sikap penonton yang kurang legawa menerima kekalahan Arema FC.

"Maen tendang maen pukul," komentar warganet.

"Udah jatuh kena gas air mata masih di pukulin juga, ga kebayang sesek perih dan sakitnya," kata warganet.

"Andai Terima Kekalahan Tanpa Masuk Lapangan Dan Membahayakan Para Pemain. Mungkin Tragedi Berdarah Tak Terjadi.." tulis warganet.

"Yang katanya mengayomi... Padahal supoter belom tentu juga nyerang aparat," timpal yang lainnya.

Sumber: Suara.com

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ombudsman Temukan Potensi Maladministrasi pada Laga Arema VS Persebaya Hingga Berujung Tragedi Kanjuruhan

Ombudsman Temukan Potensi Maladministrasi pada Laga Arema VS Persebaya Hingga Berujung Tragedi Kanjuruhan

News | Senin, 03 Oktober 2022 | 14:34 WIB

Mahfud MD Sebut Panpel dan Over Kapasitas Penonton, Publik: Seret Dong Pak Broadcasting, dan Gas Air Mata

Mahfud MD Sebut Panpel dan Over Kapasitas Penonton, Publik: Seret Dong Pak Broadcasting, dan Gas Air Mata

Semarang | Senin, 03 Oktober 2022 | 14:31 WIB

Polisi Lakukan Olah TKP di Rumah Lesti Kejora, Cari Bukti KDRT Rizky Billar

Polisi Lakukan Olah TKP di Rumah Lesti Kejora, Cari Bukti KDRT Rizky Billar

Video | Senin, 03 Oktober 2022 | 14:30 WIB

Terkini

Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah

Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 23:15 WIB

Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan

Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan

Jabar | Kamis, 30 Juli 2026 | 23:06 WIB

Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang

Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang

Bogor | Kamis, 30 Juli 2026 | 23:01 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman

Jabar | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:38 WIB

Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG

Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:33 WIB

Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah

Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:24 WIB

Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK

Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:18 WIB

Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat

Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:18 WIB

Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen

Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:16 WIB

Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga

Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga

Bogor | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:15 WIB

×