Sebut "Jihad dan Syahid" Pangeran Arab Saudi Tentang Keputusan Amerika Serikat

Suara Depok

Senin, 17 Oktober 2022 | 17:44 WIB
Sebut "Jihad dan Syahid" Pangeran Arab Saudi Tentang Keputusan Amerika Serikat
Ilustrasi bendera Arab Saudi.[Anadolu Agency] (Anadolu Agency)

Depok.suara.com - Hubungan negara Arab Saudi dan Amelika Serikat (AS) semakin memanas karena keputusan OPEC+ yang ingin memangkas produksi minyak. Terbaru, dalam sebuah pesan, sepupu Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS) mengeluarkan ancaman karas ke Barat. Pangeran Saud al-Shaalan bahkan menyebut "jihad dan syahid".

"Siapa pun yang menantang keberadaan kerajaan ini, kita semua adalah proyek jihad dan syahid," katanya dalam sebuah video di media sosial, dikutip Middle East Monitor, Senin (17/10/2022).

Arab Saudi adalah pemimpin negara-negara produsen minyak OPEC. Kendati demikian, tak semua negara produsen masuk ke dalam organisasi itu, seperti Rusia.

Gabungan antara OPEC dan non OPEC ini disebut OPEC+. Pekan lalu, keduanya bertemu dan sepakat memangkas produksi minyak sebesar dua juta barel per hari mulai November.

Langkah ini dirancang untuk memacu pemulihan harga minyak mentah. Minyak telah turun menjadi sekitar US$ 80 per barel, setelah sempat mencapai US$ 120 per barel pada awal Juni.

Hal inilah yang membuat AS meradang. AS mengatakan, bahwa Arab Saudi berpandangan sempit, sehingga akan menyakitkan bagi negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Terlebih, inflasi sejumlah negara mengalami kenaikan akibat harga energi. AS sendiri mencatat inflasi mendekati level tertinggi dalam 40 tahun.

Kekecewaan AS terhadap sikap itu tidak datang secara tiba-tiba. Negeri itu telah berkali-kali meminta agar produksi minyak digenjot untuk mengatasi krisis energi dan menurunkan harganya di hilir.

Selain itu, Presiden Joe Biden juga berkepentingan untuk menjaga harga bahan bakar jelang pemilihan paruh waktu pada bulan depan. Dalam sebuah pernyataan, Gedung Putih mengatakan Biden kecewa dengan keputusan 'OPEC+ picik.

baca juga

Ia menyesalkan pemangkasan kuota produksi sementara ekonomi global menghadapi dampak negatif lanjutan dari serangan Putin ke Ukraina. Biden pun telah mengarahkan Departemen Energi untuk melepaskan 10 juta barel lagi dari cadangan minyak strategis bulan depan.

Sejumlah anggota Senat dan DPR AS juga bereaksi soal ini. Mereka menuding Arab Saudi melakukan kerjasama dengan Rusia, melecehkan AS dan harus dihukum.

"Amerika seharusnya tidak memberikan kendali tak terbatas atas sistem pertahanan strategis seperti itu kepada sekutu musuh terbesar kita, pemeras bom nuklir (Presiden Rusia) Vladimir Putin," tegas senator AS Richard Blumenthal dan anggota Kongres Ro Khanna dalam sebuah pandangan yang ditulis media Politico.

Para pejabat Arab Saudi sendiri membela keputusan OPEC+. Menurut mereka, ini dimotivasi ekonomi bukan politik.

Bukan Sikap Resmi Kerajaan
Sementara itu, seorang negosiator Arab Saudi, Ali Shihabi menegaskan sang pangeran adalah bangsawan kecil tanpa peran resmi. Sehingga itu bukan menjadi sikap kerajaan.

"Ini adalah individu pribadi yang membuat pernyataan pribadi yang tidak ada hubungannya dengan negara," cuitnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Cara Nonton Piala Dunia 2022 Qatar Lewat Arab Saudi, Syarat Harus Dipenuhi

Cara Nonton Piala Dunia 2022 Qatar Lewat Arab Saudi, Syarat Harus Dipenuhi

Bola | Senin, 17 Oktober 2022 | 14:05 WIB

Daftar Klub yang Berbagi Stadion dengan Rival Sekota

Daftar Klub yang Berbagi Stadion dengan Rival Sekota

Bola | Senin, 17 Oktober 2022 | 13:45 WIB

ITZY akan Rilis Single "Boys Like You" Oktober ini

ITZY akan Rilis Single "Boys Like You" Oktober ini

Semarang | Senin, 17 Oktober 2022 | 08:44 WIB

Terkini

Ini Tampang Pria yang Tega Sekap Perempuan di Cileunyi hingga Alami Kebutaan dan Bibir Sumbing

Ini Tampang Pria yang Tega Sekap Perempuan di Cileunyi hingga Alami Kebutaan dan Bibir Sumbing

Jabar | Selasa, 23 Juni 2026 | 23:45 WIB

Perang Bintang AADC di Pasar Obat Herbal

Perang Bintang AADC di Pasar Obat Herbal

Jabar | Selasa, 23 Juni 2026 | 23:32 WIB

BMKG Petakan Kemarau di Sumsel, Sejumlah Daerah Mulai Masuk Zona Kering

BMKG Petakan Kemarau di Sumsel, Sejumlah Daerah Mulai Masuk Zona Kering

Sumsel | Selasa, 23 Juni 2026 | 23:25 WIB

Harga DMO Batu Bara Dirombak, Apa Dampaknya bagi PTBA dan PLN?

Harga DMO Batu Bara Dirombak, Apa Dampaknya bagi PTBA dan PLN?

Sumsel | Selasa, 23 Juni 2026 | 23:15 WIB

Pelaku Penyekapan Tragis Bandung Ditangkap, Dedi Mulyadi Puji Gerak Cepat Polda Jabar

Pelaku Penyekapan Tragis Bandung Ditangkap, Dedi Mulyadi Puji Gerak Cepat Polda Jabar

Jabar | Selasa, 23 Juni 2026 | 23:15 WIB

Harga Karet Sumsel Tetap di Atas Rp40 Ribu saat Dolar Menguat, Kok Petani Belum Lega?

Harga Karet Sumsel Tetap di Atas Rp40 Ribu saat Dolar Menguat, Kok Petani Belum Lega?

Sumsel | Selasa, 23 Juni 2026 | 23:02 WIB

Ketika Olahraga Jadi Cara untuk Mengenalkan Sustainability

Ketika Olahraga Jadi Cara untuk Mengenalkan Sustainability

Lifestyle | Selasa, 23 Juni 2026 | 22:50 WIB

Gudang Balepress Rp16,4 Miliar Diamankan di Kalbar, Kenapa Pemiliknya Misterius?

Gudang Balepress Rp16,4 Miliar Diamankan di Kalbar, Kenapa Pemiliknya Misterius?

Kalbar | Selasa, 23 Juni 2026 | 22:33 WIB

Polda Jabar Tangkap Taufik Hidayat di Bandung Raya

Polda Jabar Tangkap Taufik Hidayat di Bandung Raya

Jabar | Selasa, 23 Juni 2026 | 22:22 WIB

Segera Hadir, Film Sekolah Rakyat Angkat Kisah Dramatis dari Kehidupan Nyata

Segera Hadir, Film Sekolah Rakyat Angkat Kisah Dramatis dari Kehidupan Nyata

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 22:12 WIB