Calon Perawat Ini Tewas dengan Organ Tubuh yang Rusak Parah di Tragedi Itaewon

Suara Depok | Suara.com

Selasa, 01 November 2022 | 16:00 WIB
Calon Perawat Ini Tewas dengan Organ Tubuh yang Rusak Parah di Tragedi Itaewon
Korban berjatuhan di Itaewon (n.news.naver.com)

Depok.suara.com - Seorang anggota keluarga yang berduka dari salah satu korban tragedi Itaewon meneteskan air mata ketika dia diberitahu bahwa organ putrinya tidak dapat disumbangkan karena kerusakan parah.

Seorang ibu korban mengingat bahwa putrinya ingin menjadi pendonor organ dan memutuskan untuk mendonorkan organ putrinya setelah kejadian tragis tersebut.  Namun, sang ibu diberitahu oleh rumah sakit bahwa organ putrinya terlalu rusak untuk disumbangkan.

Putrinya bernama Park (usia 27), yang memasuki sekolah perawat di Mokpo, Jeollanam-do tahun ini dan bermimpi menjadi seorang perawat, telah menyatakan niatnya kepada keluarganya untuk mendonorkan organ tubuhnya. Ibu Park, yang tidak bisa makan dan meneteskan air mata setelah berita kecelakaan putrinya, menghormati keinginan putrinya dan membuat keputusan sulit untuk mendonorkan organ tubuhnya. Namun, pihak rumah sakit menjawab bahwa dia tidak bisa mendonorkan organ tubuhnya.

Park diselamatkan dari tragedj Itaewon pada Sabtu malam 29 Oktober. Dia menerima Resusitasi Jantung Paru (CPR) dan dibawa ke ruang gawat darurat Rumah Sakit Universitas Nasional Seoul. Saat kejadian Park sedang mengunjungi Itaewon dengan teman kuliahnya.

Ibu Park, Lim, menerima berita kecelakaan itu pada pukul 3 pagi dan menuju ke Seoul. Ketika Lim tiba, Park masih hidup tetapi masih tidak sadarkan diri dengan ventilator.  Dikatakan bahwa Park seolah "diremukkan" di bawah kerumunan saat insiden yang terjadi di gang Itaewon di sebelah Hotel Hamilton.

Keluarga Park memutuskan untuk mendonorkan organnya, tetapi rumah sakit mengatakan kepada keluarga bahwa akan sulit untuk mendonorkan organnya karena kerusakan parah pada organ tersebut. Pada tanggal 30 Oktober, Park meninggal dunia pada pukul 17.30.

Setelah mengetahui organ Park tidak layak untuk disumbangkan karena kerusakan, keluarganya semakin sedih karena mereka dapat membayangkan besarnya tekanan yang menimpa Park.***

Sumber: Allkpop

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Saksi Mata Tragedi Itaewon Ungkap Bencana Sudah Memilili Gejala Awal yang Cukup dan Seharusnya Dapat Dicegah

Saksi Mata Tragedi Itaewon Ungkap Bencana Sudah Memilili Gejala Awal yang Cukup dan Seharusnya Dapat Dicegah

| Senin, 31 Oktober 2022 | 10:00 WIB

Perempuan Jadi Korban yang Paling Banyak Tewas di Tragedi Halloween Itaewon, Total Tewas hingga Saat Ini 153 Orang

Perempuan Jadi Korban yang Paling Banyak Tewas di Tragedi Halloween Itaewon, Total Tewas hingga Saat Ini 153 Orang

| Minggu, 30 Oktober 2022 | 22:45 WIB

Terkini

Duka di Lebanon dan Meja Politik: Sampai Kapan Indonesia Diam?

Duka di Lebanon dan Meja Politik: Sampai Kapan Indonesia Diam?

Your Say | Jum'at, 03 April 2026 | 15:15 WIB

PP Tunas 2026: Bahaya Algoritma Media Sosial untuk Anak, Ini Alasan Regulasi Jadi Penting

PP Tunas 2026: Bahaya Algoritma Media Sosial untuk Anak, Ini Alasan Regulasi Jadi Penting

Tekno | Jum'at, 03 April 2026 | 15:12 WIB

Enggan Ganti Rugi Motor Rusak, Bule Viral Terjun dari Tebing di Bali Ditangkap Saat Hendak Kabur

Enggan Ganti Rugi Motor Rusak, Bule Viral Terjun dari Tebing di Bali Ditangkap Saat Hendak Kabur

Bali | Jum'at, 03 April 2026 | 15:11 WIB

50 Korban Tertipu Guru di Palembang, Rp1,1 Miliar Raib, Modus Tukar Uang Lebaran Terungkap

50 Korban Tertipu Guru di Palembang, Rp1,1 Miliar Raib, Modus Tukar Uang Lebaran Terungkap

Sumsel | Jum'at, 03 April 2026 | 15:11 WIB

Laris Manis! KAI Angkut 5 Juta Penumpang Selama Mudik Lebaran 2026

Laris Manis! KAI Angkut 5 Juta Penumpang Selama Mudik Lebaran 2026

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 15:02 WIB

Misi Gelap WNA Rusia Selundupkan 202 Reptil Digagalkan Gakkum Kemenhut! Pelaku Terancam 10 Tahun Bui

Misi Gelap WNA Rusia Selundupkan 202 Reptil Digagalkan Gakkum Kemenhut! Pelaku Terancam 10 Tahun Bui

News | Jum'at, 03 April 2026 | 15:02 WIB

Car Free Day di Padang Kembali Digelar 5 April 2026, Warga Diajak Nikmati Pagi Sehat

Car Free Day di Padang Kembali Digelar 5 April 2026, Warga Diajak Nikmati Pagi Sehat

Sumbar | Jum'at, 03 April 2026 | 15:00 WIB

Steel Ball Run 2nd Stage Siap Tayang 2026 di Netflix, Misi Makin Berbahaya!

Steel Ball Run 2nd Stage Siap Tayang 2026 di Netflix, Misi Makin Berbahaya!

Your Say | Jum'at, 03 April 2026 | 15:00 WIB

Rudal Ghadr Hantam Kapal Induk AS, Balas Dendam Iran Atas Gugurnya Khamenei Benar-Benar Pecah

Rudal Ghadr Hantam Kapal Induk AS, Balas Dendam Iran Atas Gugurnya Khamenei Benar-Benar Pecah

News | Jum'at, 03 April 2026 | 14:57 WIB

Muhammadiyah Sulsel Serahkan Laporan Kasus Masjid Nurut Tajdid Barru ke Polda Sulsel

Muhammadiyah Sulsel Serahkan Laporan Kasus Masjid Nurut Tajdid Barru ke Polda Sulsel

Sulsel | Jum'at, 03 April 2026 | 14:57 WIB