Depok.suara.com - Pengamat politik Connie Rahakundini Bakrie masih mempertanyakan pemberian pangkat letkol tituler kepada Deddy Corbuzier. Dirinya mempertanyakan terkait urgensi untuk mengangkat mantan pesulap tersebut.
Connie awalnya menjelaskan bahwa pengangkatan tituler merupakan bagian dari upaya memperkuat pertahanan militer. Selain itu diharapkan dengan pengangkatan ini akan berdampak kepada anggota militer itu sendiri.
Walau begitu dirinya mempertanyakan pengangkatan Deddy Corbuzier menjelang pensiunnya Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa. Dan juga pangkatnya yang cukup tinggi yaitu perwira menengah.
"Kenapa jabatan letkol? Kalau sersan ini masih ngerti. Kalau letkol kan membawa pertanyaan. Apakah ini masuk akal apa gak?" tanya Connie dalam acara di YouTube Akbar Faizal Uncensored.
Dirinya lantas berkelakar bahwa urgensi dari penunjukan Deddy Corbuzier adalah untuk membawahi batalyon Instagram. Salah satunya bisa saja mendidik para buzzer dari militer.
"Kalau pak Deddy ini mau diangkat untuk memimpin batalion instagram atau divisi sosmed? Apakah itu urgensinya? Kan jadi gak enak," ucapnya.
"Makannya pak DC membawahi siap ya membawahi buzzernya pak Dudung kah? Kita pernah alami pak Dudung menggunakan buzzer tentaranya. Atau buzzer menhan?" lanjut Connie.
Connie sendiri menjelaskan bahwa pangkat Letkol yang diserahkan kepada Deddy bukan hal main-main. Karena banyak anggota TNI yang bahkan perlu sekolah mati-matian untuk mendapatkan posisi Letkol.
Bahkan jelas Connie banyak perwira aktif yang mempertanyakan pengangkatan tersebut. Karena mereka sendiri perlu berjuang ekstra keras untuk mendapatkannya.
Baca Juga: Daftar Pelatih yang Bawa Timnya Lolos Beruntun ke Final Piala Dunia, Termasuk Didier Deschamps
"Apakah karena dia jago sulap. Mungkin pak Dedi buat melatih komando cadangan kita supaya bisa sulap. Musuh dateng, tank bisa hilang, pesawat tempur hilang. Jangan letkol bintang empat sekalian. Prajurit bisa mengubah jadi pohon," kelakarnya.