Depok.suara.com - Kapolri Listyo Sigit Prabowo menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat pada momen pergantian tahun. Pada saat itu dirinya menyinggung soal kasus Ferdy Sambo dan Tragedi Kanjuruhan.
Permohonan maaf ini terlihat dari unggahan Kompas TV yang dilihat oleh Depok.Suara.com. Kapolri menyebut masih banyak kekecewaan yang dirasakan oleh masyarakat kepada institusi kepolisian di tahun 2022.
"Saya memohon maaf sebesar-besarnya atas kinerja, perkataan, pelayanan atau perilaku dari anggota kami yang mungkin tidak sesuai dengan harapan masyarakat," ucap Kapolri.
Setelah dirinya menyinggung kasus Ferdy Sambo dan juga narkoba yang melibatkan petinggi kepolisian. Dirinya menyatakan hal ini menjadi teguran bagi kepolisian.
"Seperti contoh kasus yang selama ini diperhatikan masyarakat yaitu FS di Duren Tiga, Kasus narkoba yang melibatkan petinggi Polri tentunya salah satu peristiwa yang jadi teguran," tegasnya.
Selanjutnya dirinya menyatakan kasus Ferdy Sambo telah masuk dalam persidangan. Dan berharap masyarakat memantau persidangan tersebut.
Selanjutnya dirinya menyampaikan bahwa kasus narkoba juga menyita perhatian masyarakat. Dirinya menegaskan tidak akan pandang bulu untuk mengusut kasus tersebut.
"Kita menetapkan zero tolerance siapapun yang terjerat, siapapun pangkatnya kita akan menindak tegas. Ini bentuk komitmen kami dalam pemberantasan narkoba," tegas Kapolri.
Selain dua kasus di atas, ada lagi Kasus Tragedi Kanjuruhan yang mencoreng nama kepolisian. Dirinya menyatakan tetap akan mengusut kasus tersebut.
Bahkan akan terbuka bila ada pendapat dari masyarakat mengenai kasus tersebut. Sehingga polisi akan lebih baik pada masa depan.
"Pada prinsipnya polri selalu terbuka atas masukan dari masyarakat," pungkasnya.