Sebelumnya, kata Tiko, saat masih hidup berjaya dengan kedua orangtua yang harmonis tidak seperti ini.
Keharmonisan dan kebahagiaan itu berubah sejak 2011 silam setelah Herman Moedji Susanto ayahnya memutuskan untuk berpisah dengan Ibu Eny.
Setelah berpisah dari ibun lanjut Tiko, ayahnya pulang kampung ke Madiun.
"Hal itulah yang menjadi pemicu sang ibu mengalami depresi hingga bertingkah bak orang dengan gangguan jiwa (ODGJ)," tuturnya.
Tiko mengaku, sang ayah berusia 80-an saat bercerai dengan ibunda ketika dirinya masih kecil.
Meski ibunya ODGJ, Tiko sempat menolak saat Ibu Eny dibawa dinas sosial ke rumah sakit jiwa dan memilih tetap bersama ibunya meski jalan yang ia ambil cukup berat.
Sementara Ibu Eny sangat sensitif dengan kehadiran orang yang tidak dikenalnya. Bahkan sempat menyerang orang yang datang ke rumahnya.
"Hal inilah yang membuat rumah tersebut tidak terurus dengan baik," ungkapnya.
Setelah tau rumah tersebut berpenghuni, pemilik akun Bang Brew TV mengontak Pratiwi Noviyanthi selaku Youtuber yang kerap mengunggah video soal kemanusiaan.
Pratiwi kemudian mengubungi Dinas Sosial Kota Jakarta Timur dan langsung ditindaklanjuti.
Komandan Regu Tim Reaksi Cepat Suku Dinas Sosial Kota Jakarta Timur, Kurniawan mengatakan bahwa pihaknya langsung menindaklanjuti adanya laporan tersebut.
"Kita dari petugas P3S langsung menindaklanjut laporan yang diterima dari ibu Novi yang menghubungi saya dan rekan-rekan. Kami datang ke lokasi di Kelurahan Jatinegara," kata Kurniawan.
Saat tiba di lokasi, kata Kurniawan, dirinya melihat beberapa orang lainnya sudah berada di sana, termasuk tim Novi, Bang Brew TV, Tiko, dan petugas pengurus lingkungan setempat.
Lebih lanjut Kurniawan mengatakan, ternyata rumah mewah Ibu Eny dalam kondisi terbengkelai, tanpa aliran listrik dan air.
Rumah tersebut tak terurus sejak Eny si pemilik mengalami depresi pada tahun 2010 karena ditinggal suaminya.Untuk minum, Eny dan Tiko menggunakan air hujan. Sementara untuk keperluan memasak, Tiko menggunakan tungku.
"Kalau bangunan yang saya lihat, seandainya posisinya rapi dan bersih, pasti mewah," tuturnya.
Kurniawan mengatakan bahwa rumah Eny dan Tiko terlihat seperti bangunan yang sudah tua karena kondisi bangunan secara umum tampak kokoh, termasuk atap yang dalam kondisi bagus.
"Ada beberapa fasilitas seperti kolam renang, kolam ikan, cuma sama sekali tak terawat," katanya.
Setelah diketahui Eny mengalami depresi dan tinggal di rumah yang terbengkelai, pihak Dinas Sosial Kota Jakarta Timur melakukan evakuasi terhadap Eny untuk dibawa ke rumah sakit jiwa (RSJ). Namun, proses evakuasi terhadap Eny tidaklah mudah lantaran ada penolakan dari Eny.
"Tiko sempat menolak keras bahwa ibunya enggak boleh dibawa ke Rumah Sakit (RS) karena bakal jauh dengan ibunya," terangnya.
Namun, kata Kurniawan, setelah dirinya dan sejumlah pihak lainnya terus melakukan perundingan dan pendekatan secara perlahan terhadap Tiko hingga akhirnya Tiko mengizinkan ibunya dibawa ke RSJ.
"Tapi Bu Eny nolak, bahkan sempat beberapa kali memukul petugas dan melawan. Tapi karena jumlah kita agak banyak, akhirnya bisa mengevakuasi," tutur Kurniawan.
"Dan Saat ini, Ibu Eny masih dirawat di RSJ Duren Sawit," sambungnya.