Neraca Pembayaran Indonesia Defisit USD9,1 Miliar, Terburuk Sejak Pandemi

M Nurhadi

Selasa, 02 Juni 2026 | 06:52 WIB
Neraca Pembayaran Indonesia Defisit USD9,1 Miliar, Terburuk Sejak Pandemi
Sebagai Ilustrasi-IPC TPK Panjang tambah 1 unit Crane Post Panamax dari China untuk genjot kapasitas logistik.
baca 10 detik
  • Neraca Pembayaran Indonesia mencatat defisit sebesar USD9,1 miliar pada kuartal pertama tahun 2026 akibat tekanan ekonomi domestik.
  • Defisit terjadi karena arus keluar modal asing serta menyusutnya surplus perdagangan barang nasional secara signifikan pada periode tersebut.
  • Tekanan ekonomi diprediksi berlanjut pada kuartal kedua 2026 akibat pembayaran dividen, bunga utang, dan biaya operasional musim haji.

Suara.com - Kinerja makroekonomi domestik menghadapi tantangan berat pada awal tahun ini. Neraca Pembayaran Indonesia (BOP) dilaporkan mencatat defisit dlm sebesar USD9,1 miliar pada kuartal pertama tahun 2026 (1Q26).

Rapor merah ini membalikkan kondisi dari posisi surplus sebesar USD6,1 miliar pada kuartal keempat tahun 2025 (4Q25), sekaligus menandai level defisit terdalam sejak kuartal pertama tahun 2020 saat awal pandemi melanda.

Penurunan drastis posisi BOP ini dipicu oleh hantaman ganda, yakni danya defisit yang melanda neraca modal dan keuangan (KFA), serta kondisi defisit neraca berjalan (Current Account Deficit/CAD) yang terpantau semakin melebar.

Untuk diketahui, Neraca Pembayaran (BOP atau Balance of Payments) adalah catatan statistik yang merangkum seluruh transaksi ekonomi internasional antara penduduk suatu negara dengan negara lain dalam periode tertentu (biasanya satu tahun). Catatan ini memantau aliran dana masuk dan keluar untuk mengetahui posisi keuangan global suatu negara, seperti Indonesia.

Akun Keuangan Tertekan Eksodus Dana ke Luar Negeri

Sorotan utama dalam laporan keuangan makro ini tertuju pada pos akun keuangan yang mencatat defisit sebesar USD4,9 miliar pada kuartal I-2026. Angka tersebut berbalik drastis dari capaian kuartal sebelumnya (4Q25) yang sempat membukukan surplus hingga USD8,8 miliar.

Pendorong utama di balik tren penurunan ini adalah komponen "investasi lain" yang mencatatkan defisit sebesar USD7,8 miliar.

Kondisi tersebut utamanya dpicu oleh aksi entitas atau korporasi Indonesia yang agresif menempatkan dana mereka di luar negeri dengan nilai mencapai USD5,8 miliar. Fenomena ini tercatat sebagai arus modal keluar (outflow) kuartalan terbesar sejak tahun 2019.

Defisit Transaksi Berjalan Melebar Akibat Penurunan Surplus Dagang

baca juga

Kondisi kurang menggembirakan juga menjalar pada defisit transaksi berjalan yang kian melebar menjadi USD4,0 miliar pada kuartal I-2026, atau setara dengan -1,1 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Rasio ini membengkak dbandingkan kuartal IV-2025 yang berada di angka USD2,5 miliar atau -0,7 persen dari PDB, sekaligus mencatatkan rekor defisit terdalam sejak kuartal kedua tahun 2020.

Membengkaknya CAD ini murni didorong oleh menyusutnya kinerja surplus perdagangan barang nasional. Sepanjang tiga bulan pertama tahun ini, surplus dagang hanya mampu mengumpulkan USD8,0 miliar, turun dbandingkan capaian kuartal sebelumnya yang menyentuh USD10,2 miliar.

Proyeksi Peningkatan Tekanan di Kuartal II

Memasuki periode kuartal kedua (2Q26), tantangan terhadap stabilitas eksternal ekonomi diproyeksikan belum akan mereda.

Analisis dari BNI Sekuritas menunjukkan bahwa tekanan terhadap Neraca Pembayaran Indonesia dan stabilitas nilai tukar rupiah kemungkinan besar akan semakin meningkat.

Peningkatan risiko ini sebagian besar dbiayai oleh faktor musiman tahunan. Beberapa sentimen yang siap menguras likuiditas valuta asing di dalam negeri antara lain adalah jadwal pembayaran dividen korporasi kepada investor asing, pembayaran bunga utang luar negeri, serta besarnya kebutuhan devisa untuk membiayai operasional periode musim haji.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waspada Jasa Badal Haji Bodong, DPR Desak Pemerintah Bentuk Lembaga Resmi

Waspada Jasa Badal Haji Bodong, DPR Desak Pemerintah Bentuk Lembaga Resmi

News | Senin, 01 Juni 2026 | 19:34 WIB

Soroti Maraknya Jasa Badal Haji Ilegal, DPR Dorong Pembentukan Lembaga Resmi

Soroti Maraknya Jasa Badal Haji Ilegal, DPR Dorong Pembentukan Lembaga Resmi

News | Senin, 01 Juni 2026 | 19:31 WIB

Kasus Korupsi Gus Yaqut Dilimpahkan ke Pengadilan Usai Musim Haji

Kasus Korupsi Gus Yaqut Dilimpahkan ke Pengadilan Usai Musim Haji

News | Senin, 01 Juni 2026 | 15:43 WIB

Kasus Korupsi Haji, KPK Segera Jebloskan Bos Maktour dan Eks Ketum Kesthuri ke Sel

Kasus Korupsi Haji, KPK Segera Jebloskan Bos Maktour dan Eks Ketum Kesthuri ke Sel

News | Senin, 01 Juni 2026 | 15:16 WIB

Yasinta Moiwend: Perempuan Adat Papua Konsisten Suarakan Lingkungan, Hingga Polemik Pesta Babi

Yasinta Moiwend: Perempuan Adat Papua Konsisten Suarakan Lingkungan, Hingga Polemik Pesta Babi

News | Senin, 01 Juni 2026 | 10:38 WIB

Mama Sinta Bantah Diintimidasi TNI dan Naik Jet Haji Isam ke Jakarta: Itu Provokator!

Mama Sinta Bantah Diintimidasi TNI dan Naik Jet Haji Isam ke Jakarta: Itu Provokator!

News | Senin, 01 Juni 2026 | 08:14 WIB

Terkini

Menteri HAM Natalius Pigai Soal Teror Penembakan OPM ke Warga Sipil: Polanya Sudah Bergeser

Menteri HAM Natalius Pigai Soal Teror Penembakan OPM ke Warga Sipil: Polanya Sudah Bergeser

News | Kamis, 17 September 2026 | 14:35 WIB

Selebgram Tugba Kecelakaan, Tulang Selangka Patah hingga Jalani Operasi

Selebgram Tugba Kecelakaan, Tulang Selangka Patah hingga Jalani Operasi

Sumut | Kamis, 17 September 2026 | 14:35 WIB

KMP Virgo Transport 8 Tenggelam, DPR: Kami Sudah Sering Wanti-wanti Kemenhub Soal Kelayakan Kapal!

KMP Virgo Transport 8 Tenggelam, DPR: Kami Sudah Sering Wanti-wanti Kemenhub Soal Kelayakan Kapal!

News | Kamis, 17 September 2026 | 14:34 WIB

ESDM Buka Peluang Tambah Kuota Solar Subsidi

ESDM Buka Peluang Tambah Kuota Solar Subsidi

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 14:33 WIB

Bedanya Air Fryer vs Oven Listrik, Mana yang Lebih Hemat Daya?

Bedanya Air Fryer vs Oven Listrik, Mana yang Lebih Hemat Daya?

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 14:33 WIB

Mesin Cuci Panasonic untuk Kebutuhan Keluarga Modern

Mesin Cuci Panasonic untuk Kebutuhan Keluarga Modern

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 14:29 WIB

Terusir dari Jakarta, Shin Tae-yong Pede Persija Tetap Gacor Hadapi Java United di Bali

Terusir dari Jakarta, Shin Tae-yong Pede Persija Tetap Gacor Hadapi Java United di Bali

Bola | Kamis, 17 September 2026 | 14:26 WIB

Jokowi Sambangi Tenda Pengungsi Gempa Palue, Ini Respon Bupati Juventus

Jokowi Sambangi Tenda Pengungsi Gempa Palue, Ini Respon Bupati Juventus

Jatim | Kamis, 17 September 2026 | 14:23 WIB

KPK Kejar Bukti Kasus OTT, Ruang Dirjen ATR/BPN Lampri Digeledah

KPK Kejar Bukti Kasus OTT, Ruang Dirjen ATR/BPN Lampri Digeledah

News | Kamis, 17 September 2026 | 14:22 WIB

Ijazah dan Sertifikat Tak Lagi Cukup? Ini Skill yang Makin Dibutuhkan Dunia Kerja

Ijazah dan Sertifikat Tak Lagi Cukup? Ini Skill yang Makin Dibutuhkan Dunia Kerja

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 14:19 WIB

×