Waspada! Wanita Lebih Rentan Alami Delusi dan Gangguan Psikologi, Ini 3 Faktornya

Suara Depok Suara.Com
Minggu, 22 Januari 2023 | 14:20 WIB
Waspada! Wanita Lebih Rentan Alami Delusi dan Gangguan Psikologi, Ini 3 Faktornya
Ilustrasi wanita alami delusi dan gangguan psikologi (Pexels/Liza Summer)

Depok.suara.com - Delusi merupakan istilah lain dari paranoid yang mana tergolong sebagai gangguan jiwa serius (psikosis). Tanpa sadar, ternyata wanita pernah mengakami delusi lho. Penderita biasanya membayangkan sesuatu yang gak nyata tanpa ia sadari.

Masalah jiwa ini akan membuat penderita memiliki keyakinan besar terkait hal yang gak nyata. Bahkan, muncul spekulasi negatif yang ia pikirkan padahal belum tentu kebenarannya.

Gangguan delusi membuat penderita salah paham akan orang lain. Ia cenderung suka menafsirkan sesuatu dari sisi negatif padahal belum tentu benar bahkan kerap dibesar-besarkan.

Inilah yang membuat penderita hidup dalam imajinasinya. Ada yang terperangkan hingga mengabaikan kehidupan nyata, namun adapula yang tetap bisa hidup ‘normal’ dan mengesampaingkan khayalannya.

Melansir beberapa sumber, Minggu (22/1/2023), disebutkan bahwa wanita lebih berisiko mengidap delusi dibandingkan pria, lho. Lalu, apa saja faktor penyebab gangguan jiwa serius ini? Yuk, simak selengkapnya.

1. Faktor genetik

Salah satu penyebab delusi adalah faktor keturunan yang mana keluarga penderita memiliki riwayat gangguan yang sama.

Oleh karena itu, gangguan delusi sangat mungkin menurun dari orang tua ke anak, Beauty.

2. Faktor biologis

Baca Juga: 7 Inspirasi Outfit Warna Cokelat ala Clairine Clay, Istri Joshua Suherman yang Selalu Stylish

Selanjutnya, delusi dapat dipicu oleh adanya kelainan fungsi otak. Kondisi inilah yang menimbulkan persepsi dan pemikiran gak wajar muncul dipikiran penderita.

3. Faktor lingkungan

Meski terlahir dari keluarga dengan catatan bersih gangguan delusi, ada kemungkinan seseorang sehat juga mengalami delusi. Hal ini dapat dipengaruhi oleh lingkungan.

Beauty, stres merupakan salah satu pemicu gangguan jiwa. Selain itu, kebiasaan mengonsumsi alkohol dan penyalahgunaan obat-obatan juga dapat memicu gejala delusi. Kebiasaan ini juga berisiko menyebabkan kerusakan sel saraf.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI