Meski tidak berniat menyinggung, ia memahami bahwa video dengan teks seperti itu bisa menimbulkan banyak persepsi, apalagi mereka memakai atribut dokter. Baik Jerome maupun Farhan telah meminta maaf atas konten tersebut.
“Aku sadar aku masih jauh dari kata baik. Aku masih sering banyak melakukan kesalahan dan butuh banyak belajar. Ke depannya, aku pun pasti tidak luput dari kesalahan,” ujar Jerome.
Sebagai balasan atas cicitan video tersebut, dr Andi Khomeni mengatakan, kalimat di video itu biasanya disampaikan oleh dokter kepada keluarga saat pasien sudah mendekati akhir hayat dan semua upaya untuk coba menolong pasien sudah dikerahkan.
"Rasanya kurang pas atau kurang pantas dibawa ke konteks lain. Apalagi pake joget-joget. Mohon untuk lebih peka dan hati-hati,” kata dr Andi.
“Melihat tingkah laku Jerome telah mengingatkan saya akan sebuah nasihat lama, 'menjadi pintar saja tidak cukup karena yang membedakan antara manusia dengan hewan adalah akal dan adab',” kata akun @sufisijawara.