Kondisi inilah yang membuat warga percaya kalau makam tersebut ada penjaganya.
2. Sumber Mata Air di Dekat Pantai
Selain adanya makam Syekh Waliyuddin, ada juga sumber mata air yang dikeramatkan oleh masyarakat setempat.
Beberapa meter dari makam Syekh Waliyuddin atau tepatnya hanya berjarak sekitar 5-10 meter dari bibir pantai, terdapat sumber mata air dengan dua buah sumur.
Masyarakat setempat menyebut sumur tersebut dengan nama sumur kembar.
Masing-masing sumur diberi nama dengan nama Sulanjani dan Sulanjana.
Kedua sumur ini sama-sama memiliki air yang bersih dan jernih.
Banyak wisatawan yang menggunakan air sumur tersebut sebagai air minum atau air yang digunakan untuk berwudhu sebelum memasuki kawasan makam Syekh Waliyuddin.
3. Hutan Bakau
Baca Juga: Sederet Ujaran Kontroversial Rocky Gerung: Terbaru Terang-terangan Hina Jokowi
Daya tarik yang terakhir adalah adanya hutan bakau yang bisa dikunjungi saat berwisata ke sini.
Daya tarik yang terakhir adalah adanya hutan bakau yang bisa dikunjungi saat berwisata ke sini.
Hutan bakau yang ada di sepanjang perairannya ini sengaja dibuat untuk mencegah terjadinya abrasi laut.
Untuk sampai ke hutan bakau, pengunjung harus menyebrang dengan berjalan kaki melewati jembatan kayu.
Saat sudah tiba di hutan bakau, pengunjung akan melihat menjumpai kepiting, udang, hingga aneka burung seperti burung bangau yang hidup bebas berkeliaran.
Pulau Cangkir berada di Desa Krojo, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang, Banten.