"Itu makan biasa aja ca, kamu harus nonton video fullnya, cuma orang mungkin kamu screenshotin itu doang sih, itu makan biasa yang itu," jawab Oklin.
"Kamu ngundang nih," sahut dokter kelahiran Medan itu.
![Oklin Fia [Instagram]](https://media.suara.com/suara-partners/depok/thumbs/1200x675/2023/08/08/1-oklin-fia.jpg)
Kemudian, menurut Dr. Richard Lee seharusnya jika Oklin makan suatu makanan tidak perlu dibuat dengan gaya yang sensual, tentunya yang mengundang hawa nafsu terlebih Oklin sendiri mengenakan hijab.
"Tapi kan kalo makan ya makan aja gak perlu diiniin, tapi aku langsung ngomong yah ada atribut yang kamu pake yang kayak gitu dan harus kamu hormati, itu menurut kamu gimana?" tanya Dr. Richard Lee.
"Beberapa udah aku hapus, tapi kalo yang belom aku hapus itu masih wajar sih, iya dan makan biasa aja," tutur Oklin.
Namun, ketika ia ditunjukki fotonya yang memakan roti berbentuk penis oleh Dr. Richard Lee, ia mengakui bahwa hal tersebut tidaklah wajar.
"Ya, mungkin orang mikirnya pasti lebih gimana gitu," ujar Oklin.
Ketika, ditanya oleh Dr. Richard Lee soal Oklin yang pernah beradegan seperti yang di foto yang ditunjukkan oleh Richard Lee, ia mengaku tidak pernah melakukan adegan seperti itu.
Ia juga mengaku bahwa ia mengetahui hal tersebut dari video-video yang bermunculan di Instagram.
Baca Juga: Jarang Diketahui, Berikut 3 Efek Samping Memakan Kentang Berlebihan
Sontak saja, video yang diunggah oleh Instagram @lambe_danu itu langsung diserbu oleh warganet, banyak warganet yang menghujat aksi tak senonoh Oklin Fia.
"Cantik kagak..seksi kagak..pinter juga kagak, klo gk pny itu smua..lu tu minimal pny adab neng, gk smua yg menonjol itu di cap seksi...di cap murahan iyaaaaa," komentar salah satu akun.
"tambah hari tambah jijik liatnya, mana tindak lanjutnya dr pelaporan manusia satu iniiiii," komentar akun lainnya.
"km pernah beradegan kayak gitu?" Klo cewek baik2 dikasi pertanyaan gitu pasti marah,ini malah cengengesan." tulis salah satu warganet.
"Sumpah ni cewek ga ada bagus"nya, sok cantik,' tulis warganet lainnya. (*)