Depok.suara.com - Sosok dokter gadungan bernama Sumanto belakangan ini viral pasca riwayat aksinya diungkap publik.
Fakta bahwa Susanto merupakan tenaga kesehatan yang hanya tamatan SMA kian menjadi perhatian masyarakat.
Belum lama ini, akun tiktok @sangjuaraschool (15/9/23) membagikan profil beserta rekap kasus-kasus yang pernah dilakukannya.
Susanto berasal dari Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, menuntaskan sekolah di SMA Negri 1 Martoyudan Magelang.
Sementara itu fakta lain menyebut Susanto berhasil mengelabui identitasnya di rumah sakit bergagai daerah di Indonesia.
Dalam aksinya Susanto pernah menjabat sebagai Kepala UTD PMI Grobogan selama 3 tahun.
Ia juga pernah menjabat sebagai Direktur Utama RS Hasbullah, Gabus Grobogan pada tahun 2008.
Namanya diganti menjadi dr Eko Adhi Pangarsa saat bertugas di Rumah Sakit Gunung Sawo, Semarang.
Setidaknya terdapat delapan instansi kesehatan yang jadi tempat Susanto melancarkan tindakan jahatnya.
Baca Juga: Sesali Perceraian, Celine Evangelista Turunkan Ekpektasi Demi Kekasih Baru: Gitu Aja Sih, Standar
![Rekam jejak penipuan Dokter Gadungan Susanto [Tiktok/@sangjuaraschool]](https://media.suara.com/suara-partners/depok/thumbs/1200x675/2023/09/16/1-1000000659.jpg)
Salah satu aksi menohok lain yang menjadi sorotan adalah, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengkonfirmasi Susanto pernah menjabat dokter Obgyn (Obsteri dan Ginekologi) atau spesialis kandungan di RS Pahlawan Centre, Kandangan, Kalimantan Selatan.
Dokter ilegal itu bertugas selama 5 hari saja karena ketahuan menunjukan gelagat grogi saat menangani proses bersalin secara caesar. Atas insiden tersebut, Susanto sudah ditetapkan vonis penjara selama 20 bulan.
Warganet pun sontak menyoroti nasib korban terduga malpraktek operasi caesar tersebut.
Mereka membayangkan bagaimana nasib malang para ibu dan calon bayi yang pernah dijadikan kelinci percobaan itu.
"terus pasien yg pernah di operasi nasibnya gimana ya," cuit seorang netizen.
"bekas pasiennya gmn ya .apakah sehat"aja?," netizen lain penasaran.