Ricky Rizal mengaku hatinya sangat ketakutan kala disuruh Ferdy Sambo untuk berbohong kepada penyidik Polri soal tewasnya Brigair J alias Yosua. Perintah Sambo kepada Ricky Rizal yakni merancang cerita Brigadir J tewas akibat insiden tembak-menembak. Namun, hati Ricky Rizal langsung plong ketika diminta penyidik untuk membaca Alquran.
Dia pun akhirnya berkata jujur soal kematian Yosua.
Pernyataan itu disampaikan Ricky Rizal saat membacakan nota pembelaan atau pleidoi dalam sidang lanjutan kasus Brigadir J di PN Jakarta Selatan, hari ini.
Dikutip Suara.com, Ricky Rizal awalnya bercerita jika dirinya saat gelisah dan tertekan karena berbohong demi skenario yang dirancang oleh Ferdy Sambo.
"Saya merasa sangat gelisah, tertekan dan tidak tenang karena tidak menyampaikan kejadian yang sebenarnya," kata Ricky di persidangann.
Ricky mengaku jika Ferdy Sambo kerap bertanya soal skenario pembunuhan Yosua seusai diperiksa penyidik. Sambo memerintahkan Ricky agar tetap berpegang pada skenario tersebut.
"Itu semua karena setiap kembali dari pemeriksaan, Bapak Ferdy Sambo selalu menanyakan dan menyampaikan kepada saya untuk selalu bertahan pada skenario tembak menembak tersebut," ujar Ricky Rizal.
Ricky yang pada saat itu hanya ajudan, merasa tak mampu melawan perintah Sambo. Padahal selama itu dia mengaku merasa tertekan.
"Saya yang masih tinggal di rumah Beliau dan saya masih sebagai bawahan Beliau yang terpaksa harus menuruti perintah Beliau," katanya.
Baca Juga: Air Susu Dibalas Air Tuba! Anak Dibayari Sekolah Yosua, Kuat Maruf Balas Pakai Todongan Pisau
Baca Alquran
Ricky Rizal akhirnya blak-blakan berkata jujur usai disuruh penyidik Polri membaca Alquran.
Dalam sidang pleidoi, pernyataan jujur itu disampaikan Ricky Rizal setelah ditahan atas kasus kematian Yosua pada 7 Agustus 2022 lalu.
"Hingga pada tanggal 07 Agustus 2022, saya dibawa oleh anggota Provost untuk kemudian akan dilaksanakan Patsus, dan pada tanggal itu juga saya ditetapkan sebagai tersangka dan langsung dilakukan penahanan," ujar Ricky.
Ricky pun dikenakan hukuman penempatan khusus (Patsus) di Mako Brimob Depok. Pada momen ini, Ricky mengaku ditunjukkan berita acara pemeriksaan (BAP) Bharada Richard Eliezer atau Bharada E terkait kasus pembunuhan Yosua.
"Saya ditunjukkan keterangan dari Richard yang menyebutkan bahwa pelaku penembakan terhadap Almamrhum Nofriansyah Yosua Hutabarat semua dilakukan oleh Bapak Ferdy Sambo," kata Ricky.