Beredar video seorang pria mencak-mencak di dalam sebuah musala gegara merasa keberisikan dengan pemuda yang sedang tadarusan atau kegiatan membaca Al Quran di bulan Ramadan.
Dilihat pada Selasa (18/4), dalam video yang diunggah ulang akun Instagram, @fakta.indo, tampak pria tua yang hanya mengenakan sarung sembari bertelanjang dada mendadak masuk ke dalam sebuah musala. Pria itu tampak protes hingga memukul badan seorang pemuda yang sedang tadarusan dengan menggunakan pelantang suara.
Aksi mengamuk pria itu karena merasa terganggu dengan suara tadarusan di pelantang suara musala direkam warga lainnya dengan menggukan kamera ponsel.
Berdasar narasi video itu, warga yang memarahi pemuda karena menggunakan pelantang suara saat tadarusan terjadi di sebuah musala di wilayah Tlogosari, Kabupaten Bondowoso, Jatim.
"Merasa terganggu dengan suara speaker kegiatan tadarus baca Al Qur’an sampai malam, Bapak ini akhirnya protes dan memarahi pemuda di musala," demikian keterangan dalam video itu.
Aksi mengamuk pria gegara keberisikan kegiatan tadarusan di sebuah musala itu menjadi sorotan warganet. Video itu pun memicu pro-kontra di kalangan warganet. Banyak warganet yang menyarankan agar tidak mengganggu waktu istirahat warga lain, sebaiknya kegiatan tadarusan tak menggunakan pelantang suara.
Namun, ada juga warganet yang menyayangkan aksi pria itu yang langsung memukul pemuda tersebut tanpa menegurnya secara baik-baik.
"Beribadahlah tanpa mengganggu sekitarmu. Allah itu Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui," tulis seorang warganet.
"Hebat sekali bapak melakukan hal tersebut di dalam rumah Allah. Kalau pun merasa terganggu kenala ga negur dengan kata-kata, dulu gak usah main tangan, saya yakin yang lagi ngaji juga berhenti dan bisa di musyawarah sama RT setempat," timpal warganet lainnya.
"Tadarusan itu bagus, tapi alangkah baiknya kalau sudah malam speakernya dimatikan, lanjut tadarusan tidak menggunakan speaker, biar hati dan otak warga sekitar juga adem," kata warganet yang lain.