Pemuda asal Aceh, Imam Masykur (25) bernasib tragis setelah diculik oleh anggota Paspampres Praka RM dan dua prajurit TNI. Niatan korban untuk melamar kekasihnya berinial YM (23) akhirnya pupus setelah pemuda itu menjadi korban kebiadaban para penculiknya.
Dilihat pada Senin (28/9), dalam video yang dibagikan akun Instagram @acehworldtimenews, tampak seorang wanita berhijab itu pun tampak memeluk peti jenazah Imam Masykur yang diangkut menggunakan ambulans.
Dalam narasi unggahan itu, disebutkan jika wanita itu adalah kekasih Imam Masykur. Wanita itu kembali terlihat berada di sebuah ruangan dan mendekam peti jenazah kekasihnya.
Akun tersebut juga memuat keterangan dari YM. Wanita muda itu mengungkapkan jika kekasihnya sudah berjanji untuk melamarnya. YM pun mengaku jika rencana pernikahan itu bakal digelar jika dirinya sudah selesai kuliah.
"Rencananya bulan Ramadan (puasa) mendatang, abang akan pulang dan melamar saya. Kami tunangan dulu dan baru akan menikah setelah saya selesai kuliah," kata YM dikutip dari unggahan akun @acehworldtimenews.
Dia pun masih tak percaya jika pria pujaan hatinya itu berakhir tragis.
“Han lon teungoh peugah Bang. Sang brat dan sesak that dada lon (saya ndak tahu mau ngomong apa. Sesak dada ini," katanya sembari terisak-isak.
YM pun meminta agar para pelaku bisa dijerat dengan hukuman yang setimpal atas tindakan sadis yang telah menewaskan kekasihnya itu.
"Lage dipubut keu Abang Imam, beulagenyan pih dihukum pelaku (seperti apa yang dilakukan untuk Abang Imam, begitu juga hukuman buat pelaku," kata YM dengan nada lirih.
Atas kejadian ini, Said meminta pelaku dihukum semaksimal mungkin. Sebab perbuatan yang dilakukan pelaku terhadap Imam sangat sadis.
"Pelaku harus dihukum setimpal apa yang di buat," pintanya.
Kronologi Penculikan
Setelah diculik pada Sabtu 12 Agustus dari toko kosmetik di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan, jasad Imam ditemukan di sungai Cibogo, Karawang, Jawa Barat pada Jumat, 18 Agustus 2023 lalu.
Said Sulaiman (32), kerabat korban membeberkan soal kondisi mayat Imam Masykur setelah diserahkan ke pihak keluarga. Menurutnya, kondisi korban sudan bengkak.
"Mukanya sudah bengkak, sangat sadis," kata Said, dikutip dari Suara.com
Menurut sepengetahuannya pemuda berusia 25 tahun itu tidak pernah cerita ada masalah baik utang ataupun lainnya.
"Kalau dia ada apa-apa dia telepon saya," ungkapnya.
Peristiwa dugaan penculikan ini terjadi pada Sabtu, 12 Agustus 2023. Said mengetahui itu dari seorang teman Imam yang datang menemuinya usai kejadian.
"Dibilang bahwasannya Imam Masykur bang di sana sudah dipukul dan dibawa pakai mobil," tuturnya.
Minta Uang Tebusan
Berdasar informasi, kata Said, pelaku berjumlah tiga orang. Sesaat setelah diculik, Imam sempat menghubunginya lewat sambungan telepon dan meminta uang tebusan Rp50 juta agar pelaku tak membunuhnya.
"Ibunya juga sempat telepon (Imam) yang jawabmya pelaku, 'kalau sayang dengan anak ibu, kirim duit 50 juta, kalau enggak saya habisi anak ibu, saya buang ke sungai'. Bilang gitu dia," beber Said.
Atas kejadian ini, Said meminta pelaku dihukum semaksimal mungkin. Sebab perbuatan yang dilakukan pelaku terhadap Imam sangat sadis.
"Pelaku harus dihukum setimpal apa yang dibuat," pintanya.
Buntut dari aksi keji itu, Praka RM dan dua temannya yang juga anggota TNI kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Pomdam Jaya.
Diketahui dua anggota TNI lain yang menjadi tersangka berasal dari satuan Direktorat Topografi TNI AD dan satuan Kodam Iskandar Muda.