Suara.com - Kuasa hukum mucikari RA, Peiter Ell menerima pesan singkat misterius. Pesan itu meminta agar dirinya tidak membongkar kasus prostitusi online yang melibatkan kalangan artis.
"Saya dapat SMS dari nomor tak dikenal. Yang bersangkutan menawarkan, 'Bagaimana klien Anda bisa dikondisikan atau tidak? Jika ya, saya siapkan logistiknya'," ujarnya ditemui di kawasan Wijaya, Jakarta Selatan, Jumat (5/6/2015).
Pesan itu diterima pada 27 Mei lalu. Hingga saat ini, alasan dan siapa pengirim pesan tersebut masih belum diketahui.
"Kasus ini sangat kompleks dan melibatkan banyak orang. Kemungkinan (yang mengirim pesan) terseret kasus ini," lanjut Pieter.
Diteror, Pieter bersikukuh membela RA. Dia berharap polisi membongkar kasus ini dengan tuntas dengan memanggil semua pihak yang terlibat.
Sebelumnya Pieter menguak orang-orang yang terlibat dalam kasus prostitusi online yang melibatkan kalangan artis. Salah satunya oknum parlemen.
"Ya, saya minta dengan tegas, aparat kepolisian penyidik harus memanggil yang ada di kontak (RA), bila tidak tutup buku saja kasus ini. Memanggil semua kalangan termasuk pengusaha dan parlemen," kata Pieter ditemui di kawasan Wijaya, Jakarta Selatan, Jumat (5/6/2015).
Sayang, Pieter menolak membeberkan inisialnya. Yang pasti, kata dia, oknum anggota DPR ini berkulit putih dan memiliki tinggi 170 cm.
"Inisialnya nanti saya tanyakan dulu," lanjut Pieter.
Pieter meminta pihak kepolisian bertindak adil dalam kasus ini. Bagaimanapun, publik berhak mendapatkan kejelasan mengenai kasus ini.
"Harus sesuai fakta dan harus dibuktikan penyidik. Saya minta untuk dibuka. Teroris aja bisa dibuka, masa kasus ini tidak," tandasnya.