Suara.com - Presenter Rina Nose masih bungkam soal alasannya tak lagi mengenakan hijab. Dia mengaku, semuanya itu hanya disimpannya dalam hati dan tak tahu jika akhirnya harus memilih melepas hijab.
Menurut Rina, apa yang dia ketahui soal kedamaian dan ketentraman dalam agama, ternyata berbeda dengan apa yang dialaminya belakangan ini.
“Begini ya, agama itu sejatinya untuk membuat kedamaian, ketentraman hati. Bukan untuk menimbulkan ketakutan dan rasa terancam. Nah, saat ini saya melihatnya netizen yang telah melakukan syariat agama dengan baik, justru membuat saya takut, membuat saya terancam,” ujar Rina saat ditemui di kawasan Daan Mogot, Jakarta Barat, Jumat (10/11/2017) malam.
Dirinya merasa diadili karena dianggap warganet, yang sudah menjalankan syariat secara benar itu, sebagai orang berdosa. Menurutnya, apa yang dialaminya itu pun juga terjadi pada pihak lain yang bukan publik figur.
“Jadi saya seperti diadili, kaya begini misalnya, 'Kau berdosa, saya kecewa, saya tidak suka dengan kamu lagi', seolah –seolah saya melakukan sebuah kesalahan yang bepengaruh besar terhadap dunia begitu,” bebernya.
Menurut Rina, seharusnya sebagai sesama umat islam warganet menghargai apa yang telah menjadi keputusannya. Mereka, tambah dia, tak semestinya menghujat dan menyampaikan secara baik-baik ketika dirinya memutuskan melepas hijab.
“Andai saja bisa dibuat lebih damai, tidak ada ujaran-ujaran kebencian, mungkin aku merasa akan lebih mau mendekat lagi dengan mereka. Tapi dengan komentar ujaran kebencian, seolah aku melakukan kesalahan besar yang tidak bisa dimaafkan. Padahal, sebenarnya ini kan persoalan hati persoalan aku dengan Tuhan," ujarnya.
Dari apa yang disampaikan warganet tersebut, justru membuatnya takut.
“Jadi aku merasa komentar mereka ini, membuat aku bukannya malah makin mendekat, jadi makin menjauh. Makin takut, makin nggak nyaman karena mereka yang merasa lebih baik dari aku, malah tidak memberi nasihat kasih sayang dan itu mereka lakukan tanpa mereka sadari,” tuturnya.