alexametrics

Bercadar, Indadari Kena Efek Bom Surabaya

Yazir Farouk | Wahyu Tri Laksono
Bercadar, Indadari Kena Efek Bom Surabaya
Indadari. [Suara.com/Ismail]

Indadari ingin menjelaskan cadar tak ada hubungannya dengan terorisme.

Suara.com - Sebagai perempuan bercadar, Indadari tak membantah ikut merasakan dampak negatif pasca-tragedi bom Surabaya.

"Memang terasa sekali efeknya. Tapi kami berdoa semoga ini cepat selesai," kata Indadari ditemui di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, Jumat (18/5/2018).

Indadari sadar cadar yang merupakan syariat Islam selalu dikaitkan dengan aksi-aksi terorisme.

Padahal, kata dia, terorisme tak ada hubungannya dengan agama manapun, termasuk Islam.

Baca Juga: Sibuk, Ayu Ting Ting Kehilangan 2 Momen Ini Saat Ramadan

"Karena pakaian kami sama (dengan pelaku teror) itu. Jadi kami yang dapat kecurigaan dan mendapatkan efeknya dari warga," ujar dia.

Lebih lanjut kata mantan istri Caisar ini, perlakuan kurang menyenangkan karena bercadar sebetulnya sudah dirasakan jauh sebelum bom Surabaya. Sehingga, apa yang dihadapi saat ini mudah untuk dilalui.

Indadari (ketiga dari kiri) didampingi teman-temannya saat menghadiri sidang cerai di Pengadilan Agama Depok, Selasa (31/10/2017) [suara.com/Ismail]

"Orang melihat saya jadi penuh curiga, takut. Tapi aku sudah terbiasa, kami ingin menjelaskan kepada mereka. Kalau kami yang bercadar tidak seperti itu," katanya.

Tonton juga video ini:

Baca Juga: Sheila Marcia Kembali Diperiksa Polisi, Kasus Apa?