Suara.com - Presenter Uya Kuya mengungkap anaknya, Cinta Rahmania Putri sudah magang di perusahaaan miliknya. Alih-alih mendapat jabatan penting, Uya Kuya justru menyuruh Cinta memulai kerja sampingannyadengan menjadi tukang antar teh.
"Anak-anak saya, saya suruh magang di tempat saya kerja. Tapi mulai dari Pembantu Umum (PU), dari nyiapin teh buat kru, saya suruh. Itu hari pertama," ujar Uya Kuya ditemui di kawasan Kapten P. Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Rabu (8/8/2018).
Selanjutnya, bapak dua anak ini baru meminta Cinta membuat surat-surat yang diperlukan perusahaan. Tak tanggung-tanggung, Uya Kuya juga sering memerintahkan si sulung yang baru menginjak 14 tahun itu untuk terjun ke lapangan langsung.
"Hari berikutnya saya suruh siapin kayak perizinan dan lain-lain, itu saya suruh turun ke lapangan. Terus sampai ikutan bersama tim kreatif," terang Uya Kuya.
Tak sampai di situ, terkadang lelaki 43 tahun ini juga memodali anak-anaknya untuk belajar membuka bisnis kecil-kecilan, seperti menjual baju secara online.

"Anak saya juga saya bekali baju-baju kaos untuk dijual di Instagram, untung nggak usah banyak-banyak, kita nggak bicara untung. Kadang-kadang sekali nge-post nggak laku," cerita Uya Kuya.
"Kadang-kadang saya suruh datang ke bazar. Saya sewain tempat buat bazar. Kadang laku banyak, kadang sudah capek ngangkat-ngangkat (barang dagangan), lakunya sedikit. Saya bilang, 'Rasain kan? Itu kerjaan nggak gampang'. Jadi anak-anak terbiasa," imbuh Uya Kuya.
![Uya Kuya usai buka puasa bersama bersama di Mampang, Jakarta Selatan, Rabu (6//6) [ismail].](https://media.suara.com/pictures/653x366/2018/06/07/63910-uya-kuya-usai-buka-puasa-bersama-bersama-di-mampang-jakarta-selatan-rabu-66-ismail.jpg)
Suami Astrid Khairunisha rupanya berkomitmen agar putra putrinya tidak tumbuh menjadi anak manja. Uya Kuya ingin mereka sadar bahwa mencari uang bukanlah perkara mudah.
"Selama ini anak-anak kan, alhamdulillah, kita mampulah bisa beli apa saja. Cuma saya nggak mau anak-anak itu punya mental yang setiap mau apa, harus dapat. Mereka harus bisa merasakan susahnya nyari duit," pungkasnya.